Sunday, 20 May 2012

Nikmatnya keluar mani peju sperma di muka tante

Foto Tante Toge Foto Artis



Tia mendongakkan kepalanya untuk memandangku. Beberapa saat kami saling berpandangan, ah oase kedamaian dari pancaran matanya inikah yang selama ini aku cari? Mungkinkah aku menemukannya hanya dalam beberapa jam saja setelah sekian lama aku mencarinya entah kemana? How can I be so sure about that? dan sekian banyak pertanyaan lainnya berkecamuk dalam pikiranku melewati detik demi detik kami berpandangan. Yang aku tahu beberapa saat kemudian wajah kami semakin mendekat dan sekilas aku melihat Tia menutup matanya dan pada akhirnya aku kecup lembut bibirnya.


Kami berciuman seakan-akan kami sepasang kekasih yang telah lama tidak berjumpa. Menumpahkan segala kerinduan dalam kehangatan sebuah ciuman. Perlahan aku raih pinggang Tia dan mendudukkannya dalam pangkuan. Kini kami semakin dekat karena Tia aku rengkuh dalam pangkuan aku. Aku usap lembut rambutnya, sedangkan dia memegang lembut pipiku. Ciuman bibirnya semakin dalam, seakan tidak pernah dia lepaskan. Cukup lama kami berciuman, sesekali terdengar tarikan nafas Tia yang terdengar begitu lembut. Akhirnya aku memberanikan diri untuk mulai menurunkan bibir ke arah lehernya. “Ugh..” hanya terdengar lenguhan lembut seorang Tia ketika ia mulai merasakan hangatnya bibir aku menjelajahi lehernya. Tidak ada perlawanan dari aksi yang aku lakukan. Tia justru makin mendongakkan kepalanya, semakin memamerkan lehernya yang putih dan jenjang. Kedua tanggannya meremas seprai tempat tidur sebagai tumpuan. Aku pun semakin terhanyut terbawa suasana. Aku perlakukan Tia selembut mungkin, menjelajahi milimeter demi milimeter lehernya, mengusap rambutnya dan makin menekankan punggungnya ke arah tubuhku. “Ryo.. oohh..” lenguh Tia saat dia menyadari terlepasnya satu per satu kancing kemejanya. Ya.. aku memang melepaskannya untuk melanjutkan cumbuan aku kepadanya.


Jilatan-jilatan lembut mulai menjalari payudaranya Tia, seiring meningkatnya nafsu manusiawi dalam diri kami. Dengan sekali gerakan, aku dapat menggendongnya. Kami lanjutkan ngewe dalam posisi berdiri dengan Tia dalam gendongan. Tangannya mulai meremasi rambutku. Perlahan-lahan kemejanya terjatuh terhempas ke karpet, menyisakan bagian atas tubuh Tia yang tinggal berbalutkan sehelai bra putih. Beberapa saat kami ngewe dalam posisi ini, sampai akhirnya aku merebahkannya di ranjang. Terdengar suara Donita, presenter MTV Asia, terakhir kali sebelum aku meraih tombol off TV yang terletak di buffet samping ranjang. Kali ini suasana benar-benar senyap, hanya tarikan nafas kami berdua yang masih sibuk ngewe. Tia mencoba untuk melepaskan satu per satu kancing kemejaku hingga akhirnya ia berhasil melepaskannya, hampir bersamaan saat aku berhasil melepaskan bra-nya. Kami meneruskan ngewe, namun sebuah perasaan aneh menyusup ke dalam hatiku. She’s different, pikirku. Jujur saja, aku sudah beberapa kali ngewe, pun dengan orang-orang yang baru saja aku kenal. Namun kali ini terasa berbeda. Ada perasaan lain yang mengiringi nafsu yang bergejolak, sebegitu dahsyatnya sehingga nafsu itu sendiri menjadi tidak berarti lagi keberadaannya. Akung, yah mungkin inilah yang disebut dengan perasaan akung itu, sesuatu yang sudah lama tidak aku rasakan keberadaannya. Ini membuatku ingin memperlakukannya seindah dan selembut mungkin. Tia bukan hanya seseorang yang mengisi sebuah babak pelampiasan nafsu manusiawi dalam hidupku. Dia berbeda, she deserves the best!


Terdengar lagi lenguhan Tia saat aku mulai mengulum payudaranya. Kali ini terdengar lebih keras dari sebelumnya. Mungkin nafsu itu telah memenuhi kepalanya. Jilatan-jilatan diselingi gigitan-gigitan kecil mendarat di sekitar payudaranya, berkali-kali membuatnya berjingkat terkejut. Aku meneruskan cumbuan aku ke arah perutnya, hingga pada akhirnya berhasil membebaskan celana panjangnya ke karpet. Sekarang terpampang pemandangan yang tidak mungkin aku lupakan, seorang Tia yang baru aku kenal hari ini, rebah dengan hanya berbalutkan celana dalam. Untuk pertama kalinya aku memandang seorang wanita dalam kondisi seperti ini tidak dengan nafsu yang menguasai. Begitu terasa bagaimana aku memang menyayangi dan menginginkannya. Matanya yang memandang lembut ke arahku, menghadirkan begitu banyak kedamaian, sesuatu yang terus aku cari selama ini dari diri seorang wanita.


Kini aku mengulum payudaranya, seiring lenguhan-lenguhan kecil yang terdengar dari bibirnya. Perlahan aku mulai menurunkan kain terakhir yang menempel pada tubuh Tia. Terdengar sedikit nada terkejut Tia saat aku mulai menurunkan centi demi centi celana dalamnya menyusuri kedua kakinya hingga terlepas entah kemana. Seiring itupun, aku mulai menurunkan jilatan ke arah . “Ryo.. mau ngapain.. uugghh..” pertanyaan yang coba diajukan Tia tidak dapat diselesaikannya begitu dirasakannya sebuah jilatan mendarat di . Permainan lidahku pada liang memang aku usahakan selembut mungkin, hingga terkadang hanya sedikit saja ujung lidahku menyentuhnya. Namun hal ini malah justru memicu reaksi Tia semakin terbakar. “Ohh.. Ryoo..” lenguhnya panjang diiringi nafasnya yang semakin tidak beraturan.


Hisapan dan jilatan silih berganti aku lakukan dengan penuh kelembutan padanya, hingga pada akhirnya terdengar Tia seperti mendekati orgasme. “Aaahh..” jeritnya panjang sambil menghentakkan tubuhnya ke atas saat puncak itu datang melandanya, menggulungnya dalam suatu sensasi keindahan yang sangat melenakan dan menghempaskannya ke dalam jurang orgasme yang begitu dalam.


Kini aku memandang wajahnya. Matanya yang terpejam sambil menggigiti bibirnya sendiri dan tangannya yang mencengkram seprai di tepian ranjang dengan kencang serta nafasnya yang tidak beraturan cukup untuk mengekspresikan betapa tingginya Tia terbuai dalam gelombang orgasme yang baru saja dilaluinya. Aku biarkan Tia meregang dirinya dalam detik demi detik puncak orgasme yang baru saja didapatnya untuk menyibukkan diri mencari sebuah benda yang “lubricated with nonoxynol 9, for greater protection” (If you were a great 17tahun2 fan, you should know this thing) yang selalu disisipkan di dompetku (my friend said that only bastards always bring this thing around. Yeah.. maybe I’m the one of them).


Tia baru membuka matanya ketika dirasakannya sebuah benda menempel lembut pada bibir . Dibukanya matanya memandang lembut ke arah wajahku yang tepat berada di depan wajahnya. “Tia, may I..?” bisikku sambil mengecup keningnya. Tia hanya mengedipkan kedua matanya sekali sambil tetap memandangku. That’s enough for me to know the answer of this question. Perlahan-lahan aku tekan penisku menerobos liang . So gentle and smooth. Terdengar nafas Tia tertahan di tenggorokannya, menikmati sensasi mili demi mili penetrasi yang dilakukanku terhadapnya, hingga akhirnya keseluruhannya terbenam utuh. Kami terdiam dan saling berpandangan sejenak, menikmati bersatunya raga (dan hati) kami berdua. Aku kecup bibirnya lembut sebelum mulai melenakannya dalam sebuah permainan ngewe yang sangat indah. Aku masih ingat persis, bagaimana kedua tangan kami saling bergenggaman erat di sisi tepi ranjang saat kami terus bergumul menyatukan nafsu dan raga kami. Betapa lembut buah payudaranya menekan dadaku, dan betapa hangat melingkupi penisku yang terus memompanya, membawa kami semakin tinggi terbuai orgasme duniawi.


Entah berapa lama keadaan ini berlangsung, ketika pada saatnya terdengar Tia mulai mendekati orgasme keduanya. Tangannya merangkul pundakku, mendekap tubuhku erat seakan ingin mengajakku ikut dalam gelombang orgasme. Nafasnya makin memburu, terdengar jelas di telinga kananku. Aku pun meningkatkan kecepatan penetrasi untuk membantunya mendapatkan puncak kedua kalinya. “Eeegghh.. Ryo.. aahh..” jerit Tia tertahan mencoba menyebut namaku saat gelombang orgasme keduanya benar-benar datang menggulungnya, menelannya kembali ke dalam jurang orgasme yang sangat dalam.


Aku menghentikan ngewe kami sejenak, memberinya kesempatan untuk kembali mengatur nafasnya seusai melewati orgasme yang kedua. Aku hanya memberikan senyuman dan kecupan lembut di keningnya saat pada akhirnya Tia mulai membuka matanya.
“You’re so lovely tonight”, bisikku padanya.
“Ryoo.. eh..!” teriaknya sedikit terkejut saat tiba-tiba aku menarik kedua tangannya untuk kemudian mendudukkannya dalam pangkuanku.
Punggungku bersandar di kepala ranjang, dan wajah kami saling memandang. Kami kembali berciuman. Perlahan kuangkat tubuhnya, untuk kembali menekankan penisku pada liang . Walaupun kami tengah berciuman, masih sempat kudengar erangan lirihnya saat Tia merasakan bagaimana penisku perlahan menikam tubuhnya.


Kali ini kubiarkan Tia memegang kendali. Kubiarkan bagaimana dengan bebasnya Tia memompa diriku. Pundakku dijadikan tumpuan olehnya untuk terus menaik-turunkan tubuhnya di atasku. Aku hanya membantunya dengan meremas buah pinggulnya dan sedikit menaikkan posisi penisku, hingga penisku terasa makin dalam menghujamnya. Ahh.. sungguh suatu pemandangan yang tidak akan terlupakan bagaimana melihat dirinya terus menyatukan raga kami ke dalam suatu ngewe yang sangat intim. Matanya yang terpejam, rambut sebahunya yang sudah mulai dibasahi keringat terurai bebas, bibirnya yang digigitnya sendiri dan tubuhnya yang berguncang-guncang. Ughh.. It’s really a loveable thing to see.


Pemandangan yang sangat melenakan ditambah dengan kehangatan yang makin erat menghimpit penisku, menit demi menit mulai membuaiku ke dalam sensasi orgasme ngewe. Terasa sesuatu mendesak, menghimpitku untuk keluar dari dalam tubuhku. Oh My God, aku rasa aku akan orgasme, pikir aku. “Ryoo.. I’m almost there..” bisik Tia lirih sambil mempercepat gerakan tubuhnya memompaku. “Yes.. babe, me too..” jawabku sambil mengecup erat bibirnya. Selanjutnya terasa bagaimana gelombang menuju orgasme seakan berpacu dengan gelombang menuju orgasme. Goncangan tubuhnya makin terasa mendesak cairan penisku untuk keluar, sementara tikaman penisku semakin menghadirkan sensasi orgasme ngewe yang hanya tinggal sejengkal dari raihannya. “Aaahh.. Ryoo..” jeritnya lirih memanggil namaku saat ternyata gelombang orgasme lebih dahulu menyapanya.


Aku masih sempat meneruskan tikaman penisku beberapa kali lagi hingga pada akhirnya..
“Tiaa.., aku keluaarr..!” teriakku sambil mendekap erat tubuhnya.
Terasa bagaimana derasnya cairanku menyembur keluar. Untung aku menggunakan kondom, masih sempat diriku berpikir di sela-sela gulungan ombak ejakulasi yang menenggelamkanku dalam suatu sensasi orgasme yang sangat dahsyat. Dalam beberapa saat ke depan kami hanya mampu berpelukkan erat, untuk kemudian bersisian rebah di ranjang.
“Thanks honey, you’re so great..” bisikku sambil mengecup lembut bibirnya.
“Ahh.. Ryo..” lirih suaranya terdengar, seakan ingin mengatakan hal yang sama kepadaku.


Bandung, 12 Oktober 2000, 01.42 WIB


Tak terasa sudah lebih dari setengah jam kami berdua tertegun memandang jalanan sejak gelombang orgasme tersebut menelan kami berdua dan menenggelamkan hingga ke dasarnya.
“Ryo, Tia pengen mandi rasanya,” tiba-tiba suara Tia mengejutkanku.
“Ya udah sana mandi,” jawabku.
“Eh pintunya jangan dikunci yah, siapa tau ntar aku mau nyusul,” godaku lagi.
“Huuh.. maunya,” sahut Tia manja sambil menjentikkan telunjuknya di hidungku dan kemudian berlalu menghilang di balik pintu kamar mandi.


Selanjutnya aku hanya terdiam, melanjutkan lamunanku sendiri. Mengingat betapa beberapa menit yang lalu aku telah melalui sebuah permainan ngewe yang sangat indah. Kali ini sungguh berbeda rasanya, lembut dan melenakan. Sungguh jauh lebih indah dibandingkan dengan pengalaman-pengalaman terdahulu, dengan beberapa wanita yang sempat hadir dalam malam-malamku. Entah mengapa tiba-tiba timbul keinginanku untuk selalu berdekatan dengan Tia. Hanya beberapa menit ia tinggalkan (dan itupun hanya untuk mandi), rasa kehilangan itu sudah hadir dalam benakku.


Tanpa kusadar telah kulangkahkan kakiku ke arah kamar mandi untuk menyusul Tia. Krek.. terdengar pelan suara handle pintu kamar mandi yang kuputar. Hmm.. ternyata memang Tia tidak menguncinya, wah bandel juga nih anak, pikirku. Perlahan kubuka pintu untuk kemudian mendapatkan suatu pemandangan yang sangat memukau. Terlihat samar-samar dari belakang bagaimana Tia tengah menikmati pancuran air dari shower yang membilas lembut tubuhnya. Kaca penutup shower menghalangi pandanganku karena telah tertutup uap dari air hangat yang Tia gunakan. Entah mengapa pemandangan yang tersamar ini membangkitkan kembali gairahku. Terasa bagaimana penisku mulai menunjukkan reaksinya.


Perlahan kubuka pintu kaca shower untuk kemudian mendekap tubuh Tia dari belakang. “Hei..!” seru Tia terkejut sesaat menyadari ada orang lain yang berada dalam kotak showernya. “It’s me honey..” kataku menenangkan sambil mendaratkan ciuman bertubi-tubi ke arah leher belakangnya. “Ughh.. Ryo..” lenguh Tia pendek. Terus kudaratkan ciuman bertubi-tubi ke tubuhnya. Kadang di leher belakangnya, kadang di punggungnya, terkadang pula kulumat bibirnya. Kami berciuman di tengah derasnya pancuran shower yang membasahi tubuh kami. Ingin sekali rasanya kutikamkan kembali penisku dari belakang ke dalam liang , menikmati sensasi ngewe di sebuah shower yang deras menghujani tubuh kami dengan butiran-butiran air.


Setelah kurasa cukup untuk kembali membuatnya nafsu, perlahan kutuntun penisku ke dalam liang . Sejenak terasa lembut dan hangat tatkala penisku menempel pada bibir liang , sebelum kuhentakkannya menerobos hingga ke pangkal penisku. “Arrgghh..” jerit Tia tertahan ketika ia mulai merasakan dirinya sesak dipenuhi oleh desakan penisku. Aku mulai memompanya perlahan, keluar dan masuk. Tia membuka kedua kakinya lebar sambil kedua tangannya bertumpu pada kedua keran panas-dingin pada shower. Kami kembali ngewe, bergumul dalam desakan arus nafsu ngewe yang memenuhi kepala dan tubuh kami. Kami ngewe di bawah siraman kehangatan shower yang terus menghujani tubuh kami tiada henti. Terdengar sayup-sayup deru nafas Tia diantara derasnya suara air yang tumpah keluar dari shower. Kulingkarkan tangan kananku di leher Tia ketika kudaratkan tangan kiriku untuk mempermainkan puting kanannya, sambil tentunya terus memompanya dari belakang.


Terus kutikamkan penisku ke dalam liang tiada henti. Menit demi menit berlalu, mengiringi ngewe kami yang sangat indah. Terasa bagaimana semakin ketatnya lubang kewanitaan Tia kian menghimpit penisku. Tiba-tiba kedua tangan Tia menjangkau tangkai shower yang terpaku pada dinding bagian atas kepalanya, mendongakkan kepalanya seraya melenguhkan erangan yang begitu menggairahkan perasaan, “Ryo.. ahh..” Ternyata Tia kembali meraih orgasme yang menariknya kembali ke dalam orgasme yang bergulung-gulung mendera batinnya. Kudekap erat tubuhnya, menjaganya dari kelimbungan yang mungkin dapat saja menghempaskannya ke lantai marmer yang kami injak. Beberapa saat tetap kudekap erat tubuhnya, sampai pada saat akhirnya Tia mulai dapat menggerakkan dirinya sendiri. Kami sejenak bertatapan, perlahan kucium lembut bibirnya. “You’re wonderful, Babe,” pujiku saat dia mulai membuka matanya dan memandang ke arahku.


Tia membalikkan tubuhnya dan memelukku erat. Kucium kembali bibir Tia sambil kuangkat tubuhnya meninggalkan kotak shower tempat kami memadu nafsu. Kurebahkan tubuhnya di lantai marmer kamar mandi dengan perlahan. Kembali kuletakkan penisku di bibir seraya perlahan mendorongnya masuk ke dalam. Sejenak kulihat Tia mengigit bibirnya sendiri, seakan tengah menikmati sensasi penetrasi penisku ke dalam liang . Kembali kupompakan penisku ke dalam tubuh Tia, membiarkan tungkainya bersandar di pundakku untuk kemudian membuat kami terbang meraih orgasme duniawi dengan lembut dan perlahan. Terus kusetubuhi tubuh Tia yang tergolek di lantai, mencoba mengimbangi gerakan pinggulnya yang makin menjepit penisku. “Tia, Ryo mau keluar..” bisikku lirih saat mulai kurasakan sesuatu mendesak keluar dari penisku, setelah beberapa waktu berlalu. “Yes Ryo, semprotkan ke payudaraku,” sahut Tia sambil mengecup perlahan bibirku sejenak.


Terus kupompakan penisku untuk mencapai puncak orgasme yang kedua dalam hari ini. Aku mencoba untuk menahannya selama mungkin, namun usahaku tidaklah banyak membawa hasil karena tidak berapa lama kemudian kupastikan bahwa benteng pertahananku tidak akan bertahan lama lagi. Sempat kuhujamkan beberapa kali lagi penisku dalam liang sebelum berteriak keras seraya menarik keluar penisku dan memuntahkan isinya, membajiri seluruh permukaan payudaranya Tia.
“Ahh.. Aku keluaarr..” teriakku parau.
“Yes.. ehhmm..” erang Tia tidak dapat menyelesaikan kalimatnya, karena dirasakannya cairan penisku ternyata juga mendarat di wajah dan rambutnya.
Cukup lama kuregang diriku dalam orgasme yang sangat dahsyat, dimana Tia ikut membantunya dengan mengurut-urut penisku, menghabisi cairan yang mungkin masih tersisa di dalamnya. Kucium bibirnya dalam sambil mengucapkan terima kasih atas orgasme yang baru saja aku dapatkan, sebelum akhirnya merebahkan diriku di sampingnya.


Kemaluanku terasa kencang sekali, berdiri tegak seenaknya dihadapan muka Tante Susi yang cantik. Perlahan Tante Susi mendekati mukanya kearah selangkanganku, seperti sedang mempelajarinya. Terasa napasnya yang hangat berhembus di paha


Croott….ser.err.srett ” muncratlah air mani ku dalam mulut tante Erni, tante Erni pun langsung menyedot sambil menelan maniku sambil menjilatnya. Dan kurasakan vagina tante Erni berdenyut kencang sampai-sampai aku merasakan celana tante Erni lembab dan agak basah Tante Erni pun langsung menjilati penisku tanpa mengulumnya seperti tadi dia menghisap-hisap bijiku dan juga terus sampai-sampai lubang pantatku pun di jilatinya sampai aku merasakan anusku masuk keluar.


Trus aku bilang “lebih baik di dalam saja tante, kan di luar dingin , banyak nyamuk lagi. Trus kami berdua nonton film bokep bareng di kamar tante yang lumayan besar. “Adhuhh tante .. kena muka tante deh.. maaf ya. iya mas, saya nurut saja”kemudian dia dalam kondisi pasrah dia menuju ke tempat .. sangat sedikit (munkin sudah habis) begitu pula dengan penisku sudah mengekret untuk tidur dan kami berpakaian yang terkena mani kita bertiga. kemudian paini .


Adit memuncratkan air mani. Cairan kental itu memuncrat beberapa kali. Sebagian jatuh ke perutnya tetapi ada juga yang ke lantai dan malah sampai ke keyboard komputer. Ohhh .., k****l itu tampak tegang, urat-urat menonjol keluar, mani nya muncrat ke atas. . Yang paling merangsang dan membuat Wulan agak histeris adalah cerita sex antara orang yang masih sedarah, seperti antara tante dengan keponakan, antara sepupu, saudara ipar, atau malah antara keponakan dan tantenya.


Gila! langsung saja saya maunya menghindar tapi keburu dia menyapa duluan, ya sudah terpaksa deh dengan muka tebal dan sedikit merah menyapa balik. Namanya Tante D (34), orangnya cantik, tubuhnya seksi (karena setiap saya mengantar ibu ‘adik’ kamu kuat yah.. otot-ototnya keluar, ‘adik’ kamu sering ikut fitnes dimana Gus?” tanya dia sambil bercanda dan saya hanya bisa diam dan tersenyum. Tiba-tiba rasa hangat menyelimuti kepala kemaluan saya, dan sedikit demi sedikit


Muka Tante Mila semakin berseri ketika merasakan nafas birahi yang memburu pada diriku, dia melepas ciumannya dan mengangkat sedikit kepalanya dengan muka yang sedikit memerah penuh gairah dihiasi senyum tipis dari bibir yang indah merekah menatap aliran deras cairan mani dari biji pelir terasa mengalir cepat ke batang penis, hangat memanas sekeliling kemaluanku dan rasa enak yang luar biasa seiring mengalirnya cairan mani memuncrat keluar dari ujung kepala penis.


Para pembaca bisa membayangkan, gimana rasanya setelah keluar air mani, masih terus disedot sampai penis tegang lagi. Ehhmmm.. pasti sungguh nikmat khan. Setelah itu, dipegang dan diarahkannya penisku ke lubang vagina Tante Ana.


Gila! langsung saja saya maunya menghindar tapi keburu dia menyapa duluan, ya sudah terpaksa deh dengan muka tebal dan sedikit merah menyapa balik. Namanya Tante D (34), orangnya cantik, tubuhnya seksi (karena setiap saya mengantar . Tante D mendekati telinga saya dan berbisik dengen lembut, “Gus.. besok-besok kalau keluar sama Tante kamu bawa tissue yah, biar tidak mulut tante buat bersihin ‘adik’ kamu,” dalam hati saya tertawa (hehehe.. bisa juga tante ini bercanda,


Kedua mata mbak Marisa tampak berbinar-binar melihat cairan mani kentalku yg begitu banyak melumuri bukit kemaluannya. Ia mendesis gemas dan lidahnya setengah terjulur keluar menjilati bibirnya yg basah merekah. “Kenapa loe, tuh muka kusut kayak baju yang blom di setrika aja?” tanya Martin lalu duduk di bangku kosong yang ada di depan Nikmatnya Tubuh Mbak jamu. Bangun tidur sore itu… tidak membuat Anton menjadi bugar, seperti layaknya orang bangun tidur.


Kemaluan ku terasa kencang sekali, berdiri tegak seenaknya dihadapan muka Tante Ina yang cantik. Perlahan Tante Ina mendekati mukanya kearah selangkangan ku, seperti sedang mempelajarinya. Terasa napasnya yang hangat berhembus dipaha dan . per-lahan2 keluar cairan lengket berwarna putih dan kental dan mulai melumuri semua permukaan lubang vagina nya. Mengingat apa yang dia sudah lakukan dengan air maniku, aku kembali bertanya “Boleh ngga saya mencicipi air mani Tante?



Search result from search engines about keluar mani muka tante


ngewe pembantu enak sekali… «



Namun belum sempat ucapan keluar, ia melihat ternyata jadi ngaceng peler gw pengen muncrat air mani gw di muka perempuan mau dong tante


Source: http://ceritasex.wordpress.com/2008/01/22/ngewe-pembantu-enak-sekali/



Model Bugil – foto bugil « Foto Bugil Indonesia



3.Penis q d jilatin terus donch biar keluar spermax byar bsa nyemprot mani gw k muka lw n mbil ngulum pna gw TANTE NGAPAIN SNYUM2!!!!!TOKET TANTE TU KECIL!!!KURANG


Source: http://fotobugil.wordpress.com/2007/04/25/model-bugil-foto-bugil-2/



Ngeseks Dengan mama Tiri | Cerita Seks Dewasa



Menurut papa jauh liat anak tante irma si fany mnt rasanya udah terujung aku merasakan air mani mau keluar Inaa.. crot crot air mani berhamburan di muka ina.. aahh..aaaaa


Source: http://ceritadewasa.modelperawan.info/seks/ngeseks-dengan-mama-tiri.html



Hanya Cerita



Beberapa tetes mani beningpun keluar karena tidak tahan oleh Vaginanya saja belum pernah disembur mani, kok muka dan Tubuh Montok Tante Deborah; Akhirnya Kunikmati


Source: http://cerita99.blogspot.com/



Gairah perawan tua 3 « Cerita Tante Manja



Tante Juliet; Pembantu Binal; Kisah Ibu-Ibu; Di Kamar Beberapa tetes mani beningpun keluar karena tidak tahan oleh Vaginanya saja belum pernah disembur mani, kok muka dan


Source: http://stensilan.wordpress.com/2008/02/27/gairah-perawan-tua-3/



October 2008



Aku Dan Tante; Pemerkosaan Mei Ling; Guru Muda; Medical Checkup baju macam biasa tapi pelik pulak..pak leman tak keluar dan mereka berdua terus memancut mancutkan air mani ke muka lina


Source: http://myblogcod.blogspot.com/2008_10_01_archive.html



Cerita Dewasa : Bini babe guru, ani tempat peraktek



Menurut papa jauh liat anak tante irma si fany mnt rasanya udah terujung aku merasakan air mani mau keluar Inaa.. crot crot air mani berhamburan di muka ina.. aahh..aaaaa


Source: http://www.situs-dewasa.com/cerita-panas/11/2007/cerita-dewasa-bini-babe-guru-ani-tempat-peraktek.html



Bini babe jadi guru – I-COMers.Com



Menurut papa jauh liat anak tante irma si fany mnt rasanya udah terujung aku merasakan air mani mau keluar Inaa.. crot crot air mani berhamburan di muka ina.. aahh..aaaaa


Source: http://i-comers.com/showthread.php?t=150613



karepae collection: Bidan Kampung Bah. 1- Bidan Kampung Bah. 3



Terus brader menarik keluar batang dan memancutkan kesemua air mani brader ke muka Juha..berlumuran dengan air mani Aku ‘Obat Awet Muda’ Tante Erni; Amoi Jiran; Amoi Opis; Aku dan Anak


Source: http://karepae.blogspot.com/2009/11/bidan-kampung-bah-1-bidan-kampung-bah-2.html



Search Video air mani perempuan melayu – Kendin Co?



minah tudung main dalam gelap air mani pancut kt muka Soal Jawab Agama: keluar air mani di bulat puasa? indonesia,gadis bugil,gadis bugil indonesia tante


Source: http://en.kendincos.net/ara.asp?q=air+mani+perempuan+melayu


2 comments: