Saturday, 19 May 2012

Nikmatnya desetubuhi oleh pak RT jantan

Mas RT umurnya belum tua, late thirtieslah. Dia tinggal sendiri, sepertinya dia belum menikah pada umur segitu. Kalo ditanya, dia selalu menjawab belum ada jodohnya. Dia bekerja sebagai konsultan SDM. Sepertinya hidupnya cukup mapan, karena setau aku rumahnya yang cukup besar untuk ditinggali sendiri, bukan rumah kreditan (mungkin juga kreditnya sudah lunas) dan dia punya mobil. Sehari2 dia dibantu oleh PRT yang parttime, karena tidak setiap hari PRTnya nampak dirumahnya. Jadi praktis mas RT tinggal sendiri. Karena aku tetangganya, aku sering ketemu dia, praktis setiap harilah aku ketemu dia. Aku sering ngobrol kerumahnya. Kalo suamiku pulang dari perjalanan bisnisya membawa oleh2, pasti dia kubagi.
Suatu sore, ketika suamiku meninggalkan aku seorang diri di rumah untuk beberapa hari, biasalah untuk ngurusin bisnisnya di kota lain, aku melihat mas RT sedang menyirami taneman yang cukup banyak di kebunnya. Aku baru pulang kerja, masih dengan pakean kerja aku mampir ke rumahnya. “Rajin amat mas, gak heran tanemannya bagus2. Gak seperti dirumah Sintia, tanemannya jelek2″. “Ya terang saja Sin, tanemanmu jarang disiram sih ya layulah. Apalgai kan dah lama gak ujan. Suamimu pergi lagi ya Sin”. “Iya mas, biasalah orang workaholik”. “Nanti malem ada di rumah gak, aku mo ngedarin pengumuman dari lurah”. “Ada kok mas, mampir aja. Pengumuman apa sih”. “Ya nantilah baca sendiri”. Maalemnya, aku sedang nyiapin makan malam untukku sendiri, terdengar bel. Aku segera keluar, ternyata mas RT. Aku membukakan pager dan mempersilakan dia masuk. “Mas, ikutan makan yuk. Sintia baru nyiapin makan malem. Mau ya, sekalian nemenin Sintia ngobrol”. “Aku dah makan Sin, kamu makan aja, aku temeni deh. Kebetulan edarannya tinggal buat kamu kok, yang lain dah aku sampaikan”. “Kalo gitu Sintia mandi dulu ya mas”. “O belum mandi toh, pantes dari tadi kecium bau apa, gak tanunya…”, godanya. “Kalo gitu mas yang mandiin deh, biar Sintianya gak bau lagi”, aku menantangnya. Dia hanya tersenyum saja. Aku heran juga kenapa aku sampe nantangin dia seperti itu, kalo dia mau? Ya gak apa deh pikirku, siapa tau dia bisa ngobati laper batinku yang gak aku peroleh dari suamiku. Maklum deh jablay beneran nih. Aku jadi horny sendiri, sambil mandi agu menggosok2 toketku yang montok sampe pentilku mengeras dan jembut lebatku, aku ngilik it ilku sendiri sampe aku nyampe. Aku kaget karena cukup lama aku berswalayan, sampe lupa mas RT nungguin aku di meja makan. Setelah nyampe segera aku memakai daster dan keluar. “Sori ya mas, lama ya, sekalian nyuci sih”, kataku. “Nyuci apaan Sin, kan ada mesin cuci”. “a nyuci yang gak bisa pake mesin cucui. Mas ikutan makan yah”, kataku sambil mengambilkan pirin dan gelas untuk dia. Dia akhirnya ikutan makan sedikit, gak enak sama aku yang sudah nyiapin peralatan makan untuknya.
“Kamu gak sepi Sin, sendirian gini. Kamu kok belum punya anak seh”. “Sepi mas, tapi dah terbiasa karena suamiku sejak kami nikah ya perilakunya dah kayak gini. Istri ditinggal melulu untuk ngerjain bisnisnya. apalagi ketika bisnisnya meluas kekota lain, makin seringlah Sintia ditinggal sendiri. Makanya gak punya2 anak”, aku jadi curhat ama dia. “Ya kalo kerjanya ngoyo ya gitu Sin. Aku sih gak ngoyo kalo kerja”. “Iya Sintia juga liat mas lebih sering dirumah katimbang diluar rumah”. “Iya aku kalo keluar ya ketempat klien, miting. Hasil miting dikerjakan di rumah, selesai baru miting lagi. Lagian aku kalo dah dapet 1 klien ya gak nerima klien yang lain biar bisa konsentrasi penuh. Kalo nerima order beberapa sekaligus, gak kepegang, aku kan kerja sendiri. Klienku sih cukup puas dengan hasil kerjaku”. “Maunya Sintia juga gitu mas, tapi suamiku laen sih pendapatnya dan kalo dah maunya gak bisa ditentang. Yang ada ya brantem kalo Sintia ngeluh melulu. Akhirnya ya udahlah, Sintia cari kesibukan sendiri aja”, jawabku. “Soal yang satu itu juga nyari sendiri”. “Soal yang mana mas”. “Yang itu, yang belon dapet anak juga, padahal dah lama kan nikahnya”. “Ah mas mo tau aja, emangnya mo bantuin Sintia”, aku lagi2 nantangin dia. “Kalo mau dibantu aku gak keberatan lo”, jawabnya. “Serius mas”. “Serius lah, masak enggak. Kamu kan klienku jadinya. Siapa gak mau bantu klien cantik yang bahenol banget untuk urusan intim kaya gitu”, katanya sambil tersenyum. Aku berdebar2 mendengarnya.


Makan malam dah selesai, dia bantu aku meberesin meja makan, makanan kumasukkan ke lemari es dan piring gelas kucuci. Dia membantuku jadi kerjaanku cepet selesai. “Mas dah biasa ya kerja rumah tangga”. “La iyalah, kan pembantu dateng untuk nyapu ngepel dan setrika aja, jadi 2 hari kadang 3 hari sekali datengnya. Urusan dapur ya aku ngerjain sendirilah”. Selesai makan kita duduk saja di sofa. Pintu rumah kututup, biar gak banyak nyamuk, alesanku. Aku membaca pengumuman dari lurah dan dia menerangkan maksudnya. Pikiranku gak pada pengumuman itu tapi pada tawarannya mo bantu aku untuk urusan intim. aku memperkirakan apakah yang dimaksud dengan urusan intim itu urusan selangkangan. Aku kemudian pindah duduk kesebelahnya. “Mas Sintia mo nanya dong”. “Nanya apa Sin, sampe pindah duduknya”. “Yang mas maksud dengan urusan intim tadi apa”. “O itu, kamu kan ada kebutuhan yang tidak tersalurkan karena sering sendirian, aku bersedia lo membantu memenuhinya”. Benar perkiraanku, diapun rupanya napsu juga ngeliatku selama ini. Malem itu aku hanya mengenakan daster mini, sehingga paha mulusku menjadi tersingkap karena kalo aku duduk dasterku naik keatas. Aku membiarkan ketika tangannya diletakkan perlahan didengkulku. “Bener mas mo bantuin Sintia”. “Ya benerlah”. “apa mas juga bantuin ibu2 komplex yang laen untuk urusan ini”. “Enggaklah”. “Napa”. “Aku cuma tertarik ama kamu Sin. Kamu kan yang paling mudah, paling cantik dan paling sexy diantara ibu2 komples. Masih abg lagi”. “Kok abg sih mas”. “La iyalah umur kamu kan juga paling muda diantara ibu2 komplex”, jawabnya sambil mulai mengelus2 pahaku. Makin lama elusannya makin keatas, darterku disingkapnya sehingga pahaku sduah terkespose semuanya. Elusannya mengarah ke elangkanganku, aku mengangkangkan pahaku secara otomatis. Ketika jarinya mulai mengelus nokiku dari luar cdku, aku melenguh nikmat, “maaas”. “Napa Sin”, katanya sambil mencium pipiku. “Geli mas”. Elusannya menjadi gerakan mencongkel, nokiku basah dengan sendirinya dan nyerep ke cdku. it ilku menjadi sasaran berikutnya. “Sin dah basah gini, kamu dah napsu ya”, kembali dia mencium pipiku. “Mas nakal sih tangannya”, jawabku manja.


Akhirnya dia menghadapkan tubuhnya ke arahku. “Sin, kamu sudah tahu maksudku kan?” katanya lirih di telingaku. Aku hanya mengangguk. “Ya pak, Sintia tahu, mas,,,” belum selesai aku menjawab, kurasakan bibirnya sudah menyentuh leherku, terus menyusur ke pipiku. Tubuhnya bergeser merapat, bibirku dilumatnya dengan lembut. Ternyata dicium pria bibir tebal nikmat sekali, aku bisa mengulum bibirnya lebih kuat dan ketebalan bibirnya memenuhi mulutku. Sedang kunikmati lidahnya yang menjelajah di mulutku, kurasakan tangan besarnya membuka kancing daster ku dan kemudian menyelusup kedalam dan meremas lembut toketku yang masih terbungkus bra. Ohh.., toketku ternyata tercakup seluruhnya dalam tangannya. Dan aku rasanya sudah tidak kuat menahan gejolak napsuku, padahal baru awal pemanasan. Bibirnya mulai meneruskan jelajahannya, sambil melepaskan dasterku, leherku dikecup, dijilat kadang digigit lembut. Aku mengangkat tanganku keatas untuk mempermudah dia melepaskan dasterku. Sambil tangannya terus meremas-remas toketku. Kemudian tangannya menjalar ke punggungku dan melepas kaitan bra ku sehingga toketku bebas dari penutup. Bibirnya terus menelusur di permukaan kulitku. Dan mulai pentil kiriku tersentuh lidahnya dan dihisap. Terus pindah ke pentil kanan. Kadang-kadang seolah seluruh toketku akan dihisap. Dan tangan satunya mulai turun dan memainkan puserku, terasa geli tapi nikmat, napsuku makin berkobar karena elusan tangannya. Kemudian tangannya turun lagi dan menjamah selangkanganku. nokiku yang pasti sudah basah sekali. Dari CD miniku ku yang tipis yang memperlihatkan jembutku yang lebat, saking lebatnya jembutku muncul di kiri kanan dan dibagian atas dari cd mini itu. Jembutku lebih terlihat jelas karena CD ku sudah basah karena cairan nokiku yang sudah banjir. Dibelainya celah nokiku lagi dengan perlahan. Sesekali jarinya kembali menyentuh it ilku. Bergetar semua rasanya tubuhku, kemudian CD ku yang sudah basah itu dilepaskannya. Aku mengangkat pantatku agar dia bisa melepas pembungkus tubuhku yang terakhir. Jarinya mulai sengaja memainkan it ilku. Dan akhirnya jari besar itu masuk ke dalam nokiku. Oh, nikmatnya, bibirnya terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali dihisap dan terus menjalar ke perutku. Dan akhirnya sampailah ke nokiku. Kali ini diciumnya jembutku yang lebat dan aku rasakan bibir nokiku dibuka dengan dua jari. Dan akhirnya kembali nokiku dibuat mainan oleh bibirnya, kadang bibirnya dihisap, kadang it ilku, namun yang membuat aku tak tahan adalah saat lidahnya masuk di antara kedua bibir nokiku sambil menghisap it ilku. Dia benar benar mahir memainkan nokiku. Hanya dalam beberapa menit aku benar-benar tak tahan. Dan.. Aku mengejang dan dengan sekuatnya aku berteriak sambil mengangkat pantatku supaya merapatkan it ilku dengan mulutnya, kuremas-remas rambutnya. Dia terus mencumbu nokiku, rasanya belum puas dia memainkan nokiku hingga napsuku bangkit kembali dengan cepat.


“Mas, pinter banget ngerangsang Sintia. Biasanya sama siapa mas maennya. Sintia sudah pengen dien tot.” kataku memohon sambil kubuka pahaku lebih lebar. Dia tidak menjawab, bangkit dan mengangkat badanku yang sudah lemes dan dibawanya ke kamarku. Aku dibaringkan di ranjang dan dia mulai membuka bajunya, kemudian celananya. Aku terkejut melihat kontinya yang besar dan panjang nongol dari bagian atas CDnya. Kemudian dia juga melepas CD nya. Sementara itu aku dengan berdebar terbaring menunggu dengan semakin berharap. kontinya yang besar dan panjang dan sudah maksimal ngacengnya, tegak hampir menempel ke perut. Aku merinding apakah muat konti segitu besarnya di nokiku. Dan saat dia pelan-pelan menindihku, aku membuka pahaku makin lebar, rasanya tidak sabar nokiku menunggu masuknya konti extra gede itu. Aku pejamkan mata. Dia mulai mendekapku sambil terus mencium bibirku, kurasakan bibir nokiku mulai tersentuh ujung kontinya. Sebentar diusap-usapkan dan pelan sekali mulai kurasakan bibir nokiku terdesak menyamping. Terdesak kepala kontinya yang besar itu. Ohh, benar benar kurasakan penuh dan sesak liang nokiku dimasuki kontinya. Aku menahan nafas. Dan nikmat luar biasa. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk kontinya. Aku mendesah tertahan karena rasa yang luar biasa nikmatnya. Terus.. Terus.. Akhirnya ujung konti itu menyentuh bagian dalam nokiku. Terasa sangat mengganjal sekali rasanya, besar, keras dan panjang. Dia terus menciumi bibir dan leherku. Dan tangannya tak henti-henti meremas-remas toketku. Tapi konsentrasi kenikmatanku tetap pada konti besar yang mulai dienjotkan halus dan pelan. Aku benar benar cepat terbawa ke puncak nikmat yang belum pernah kualami. Nafasku cepat sekali memburu, terengah-engah. Aku benar benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan konti besar itu. Maka hanya dalam waktu yang singkat aku makin tak tahan. Dan dia tahu bahwa aku semakin hanyut. Maka makin gencar dia melumat bibirku, leherku dan remasan tangannya di toketku makin kuat. Dengan tusukan kontinya yang agak kuat dan dipepetnya it ilku dengan menggoyang goyangnya, aku menggelepar, tubuhku mengejang, tanganku mencengkeram kuat-kuat sekenanya. nokiku menegang, berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat, benar-benar puncak kenikmatan yang luar biasa. Aku tak ingat apa-apa lagi kecuali kenikmatan dan kenikmatan. “Maas, Sintia nyampe maas”, Aku sendiri terkejut atas teriakkan kuatku. Setelah selesai, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas. Setelah dua kali aku nyampe dalam waktu relatif singkat, namun terasa nyaman sekali, Dia membelai rambutku yang basah keringat. Kubuka mataku, Dia tersenyum dan menciumku lembut sekali, tak henti hentinya toketku diremas-remas pelan. Tiba tiba, serangan cepat bibirnya melumat bibirku kuat dan diteruskan ke leher serta tangannya meremas-remas toketku lebih kuat. Napsuku naik lagi dengan cepat, saat kembali dia mengenjotkan kontinya semakin cepat. Uhh, sekali lagi aku nyampe, yang hanya selang beberapa menit, dan kembali aku berteriak lebih keras lagi. Dia terus mengenjotkan kontinya dan kali ini dia ikut menggelepar, wajahnya menengadah. Satu tangannya mencengkeram lenganku dan satunya menekan toketku. Aku makin meronta-ronta tak karuan. Puncak kenikmatan diikuti semburan peju yang kuat di dalam nokiku, menyembur berulang kali. Oh, terasa banyak sekali peju kental dan hangat menyembur dan memenuhi nokiku, hangat sekali dan terasa sekali peju yang keluar seolah menyembur seperti air yang memancar kuat.


Setelah selesai, dia memiringkan tubuhnya dan tangannya tetap meremas lembut toketku sambil mencium wajahku. Aku senang dengan perlakuannya terhadapku. “Sin, kamu luar biasa, nokimu peret dan nikmat sekali. Gak apa kan aku ngecret didalem”, pujinya sambil membelai dadaku. “Gak apa kok mas, lebih nikmat lagi kesemprot peju anget. Mas juga hebat. Bisa membuat Sintia nyampe beberapa kali, dan baru kali ini Sintia bisa nyampe dan merasakan konti raksasa. Hihi..” “Jadi kamu suka dengan kontiku?” godanya sambil menggerakkan kontinya dan membelai belai wajahku. “Ya mas, konti mas nikmat, besar , panjang dan keras banget” jawabku jujur. “Suamimu tu gimana sih, punya istri yang bahenol dan nikmat gini kok ditinggal2″. “Ya gak apa2 kok mas, kalo ada suamiku Sintia kan gak bisa ngerasain konti gede mas”. Dia memang sangat pandai memperlakukan wanita. Dia tidak langsung mencabut kontinya, tapi malah mengajak mengobrol sembari kontinya makin mengecil. Dan tak henti-hentinya dia menciumku, membelai rambutku dan paling suka membelai toketku. Aku merasakan pejunya yang bercampur dengan cairan nokiku mengalir keluar. Setelah cukup mengobrol dan saling membelai, pelan-pelan konti yang telah menghantarkan aku ke awang awang itu dicabut sambil dia menciumku lembut sekali. Benar benar aku terbuai dengan perlakuannya. Tak lama kemudian tertidurlah aku dalam pelukannya, merasa nyaman dan benar-benar aku terpuaskan dan merasakan apa yang selama ini hanya kubayangkan saja.


Aku bangun masih dalam pelukannya. Katanya aku tidur nyenyak sekali, sambil membelai rambutku. Hari dah menjelang pagi. “Sin kamu mesti ke kantor ya”. “Males ah mas, mending juga Sintia bernikmat2 sama mas”. Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Ia lalu mengajakku mandi. Dibimbingnya aku ke kamar mandi, saat berjalan rasanya masih ada yang mengganjal nokiku dan ternyata masih ada peju yang mengalir di pahaku, mungkin saking banyaknya dia mengecretkan pejunya di dalam nokiku. Dalam bathtub yang berisi air hangat, aku duduk di atas pahanya. Dia mengusap-usap menyabuni punggungku, dan akupun menyabuni punggungnya. Dia memelukku sangat erat hingga dadanya menekan toketku. Sesekali aku menggeliatkan badanku sehingga pentilku bergesekan dengan dadanya yang berbulu dan dipenuhi busa sabun. Pentilku semakin mengeras. Pangkal pahaku yang terendam air hangat tersenggol2 kontinya. Hal itu menyebabkan napsuku mulai berkobar kembali. Aku di tariknya sehingga menempel lebih erat ke tubuhnya. Dia menyabuni punggungku. Sambil mengusap-usapkan busa sabun, tangannya terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Dia mengusap-usap pantatku dan diremasnya. kontinya pun mulai ngaceng ketika menyentuh nokiku. Terasa bibir luar nokiku bergesekan dengan kontinya. Dengan usapan lembut, tapak tangannya terus menyusuri pantatku. Dia mengusap beberapa kali hingga ujung jarinya menyentuh lipatan daging antara lubang pantat dan nokiku. “mas nakal!” desahku sambil menggeliat mengangkat pinggulku. Walau tengkukku basah, aku merasa bulu roma di tengkukku meremang akibat nikmat dan geli yang mengalir dari nokiku. Aku menggeliatkan pinggulku. Ia mengecup leherku berulang kali sambil menyentuh bagian bawah bibir nokiku. Tak lama kemudian, tangannya semakin jauh menyusur hingga akhirnya kurasakan lipatan bibir luar nokiku diusap-usap. Dia berulang kali mengecup leherku. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit dengan gemas. ”Aarrgghh.. Sstt.Sstt..” rintihku berulang kali. Lalu aku bangkit dari pangkuannya. Aku tak ingin nyampe hanya karena jari yang terasa kesat di nokiku. Tapi ketika berdiri, kedua lututku terasa goyah. Dengan cepat dia pun bangkit berdiri dan segera membalikkan tubuhku. Dia tak ingin aku terjatuh. Dia menyangga punggungku dengan dadanya. Lalu diusapkannya kembali cairan sabun ke perutku. Dia menggerakkan tangannya keatas, meremas dengan lembut kedua toketku dan pentil ku dijepit2 dengan jempol dan telunjuknya. Pentil kiri dan kanan diremas bersamaan. Lalu dia mengusap semakin ke atas dan berhenti di leherku. “Mas, lama amat menyabuninya” rintihku sambil menggeliatkan pinggulku. Aku merasakan kontinya semakin keras dan besar. Hal itu dapat kurasakan karena kontinya makin dalam terselip di pantatku. Tangan kiriku segera meluncur ke bawah, lalu meremas biji pelernya dengan gemas. Dia menggerakkan telapak kanannya ke arah pangkal pahaku. Sesaat dia mengusap usap jembut lebatku, lalu mengusap nokiku berulang kali. Jari tengahnya terselip di antara kedua bibir luar nokiku. Dia mengusap berulang kali. it ilku pun menjadi sasaran usapannya. “Aarrgghh..!” rintihku ketika merasakan kontinya makin kuat menekan pantatku. Aku merasa lendir membanjiri nokiku.Aku jongkok agar nokiku terendam ke dalam air. Kubersihkan celah diantara bibir nokiku dengan mengusapkan 2 jariku.Ketika menengadah kulihat kontinya telah berada persis didepanku. kontinya telah ngaceng berat. “Mas, kuat banget sih mas, baru aja ngecret di noki Sintia sekarang sudah ngaceng lagi”, kataku sambil meremas kontinya, lalu kuarahkan ke mulutku. Kukecup ujung kepala kontinya. Tubuhnya bergetar menahan nikmat ketika aku menjilati kepala kontinya. Dia meraih bahuku karena tak sanggup lagi menahan napsunya.


Setelah berdiri, kaki kiriku diangkat dan letakkan di pinggir bath tub. Aku dibuatnya menungging sambil memegang dinding di depanku dan dia menyelipkan kepala kontinya ke celah di antara bibir nokiku. ”Argh, aarrgghh..,!” rintihku. Dia menarik kontinya perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula. Bibir luar nokiku ikut terdorong bersama kontinya. Perlahan-lahan menarik kembali kontinya sambil berkata “Enak Sin?”. ”Enaak banget mas”, jawabku!” Dia mengenjotkan kontinya dengan cepat sambil meremas bongkah pantat ku dan tangan satunya meremas toketku. “Aarrgghh..!” rintihku ketika kurasakan kontinya kembali menghunjam nokiku. Aku terpaksa berjinjit karena konti itu terasa seolah membelah nokiku karena besarnya. Terasa nokiku sesek kemasukan konti besar dan panjang itu. Kedua tangannya dengan erat memegang pinggulku dan dia mengenjotkan kontinya keluar masuk dengan cepat dan keras. Terdengar ‘cepak-cepak’ setiap kali pangkal pahanya berbenturan dengan pantatku. “Aarrgghh.., aarrgghh..!Mas.., Sintia nyampe..!” Aku lemas ketika nyampe lagi untuk kesekian kalinya.Rupanya dia juga tidak dapat menahan pejunya lebih lama lagi. “Aarrgghh.., Sin”, kata nya sambil menghunjamkan kontinya sedalam-dalamnya. “Mas.., sstt, sstt..” kataku karena berulangkali ketika merasa tembakan pejunya dinokiku. “Aarrgghh.., Sin, enaknya!” bisiknya ditelingaku. “Mas.., sstt.., sstt..! Nikmat sekali ya dien tot mas”, jawabku karena nikmatnya nyampe. Dia masih mencengkeram pantatku sementara kontinya masih nancep dinokiku. Beberapa saat kami diam di tempat dengan kontinya yang masih menancap di nokiku. Kemudian dia membimbingku ke shower,menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat.


Setelah selesai aku keluar duluan, sedang dia masih menikmati shower. Selesai dengan rambut yang masih basah dan masih bertelanjang bulat, aku keluar dari kamar mandi. Aku menyiapkan sarapan sambil tetep bertelanjang bulat. Cuma roti dan isinya. Aku menyediakan juga bungkusan mi instan dan bubur yang juga instan, siapa tau dia pengen sarapan mi atau bubur. Diapun keluar kamar bertelanjang bulat juga, sepertinya dia masih mau sekali lagi. “Mas, mau roti, mi atau bubur?” tanyaku. “Kan yang siap makan roti, ya roti aja deh”. “Mo teh atau kopi”. “Kopi aja deh gak pake susu. kan semalem dah dapet susunya, kamu punya”, jawabnya sambil tersenyum. Aku nyeduh tek celup dengan air panas di cangkir dan menyuguhkan padanya. Aku menyediakan juga wadah berisi gula dan sendoknya. Kami nyantap sarapan sambil ngobrolin kenikmatan yang baru kami nikmati. “Mas belon nikah tapi kok pengalaman sekali ngegarap tubuh Sintia, sampe Sintia klojotan berkali2″. “Biasanya sama abg ya mas”. “Iya Sin, kalo dah naik ke otak ya aku nyalurin sama abg, nyari di mall kan banyak”. “Mas suka abg yang kaya apa”. “Yang kaya kamu, Toge pasar dan jembutnya lebat. “Kalo toge pasar keliatan dari luar, kalo jembutnya gimana mas tau kalo lebat”. “aku liat aja bulu tangannya, kalo panjang2 biasanya jembutnya lebat, apalagi kalo kumisan kaya kamu”. “Emangnya napa mas kalo perempuan jembutnya lebat”. “Napsunya gede, kaya kamu itu, mau aja dien tot berkali2″. “Abis kan nikmat mas kalo dien tot berkali2, apalagi bisa nyampe berkali2 juga. Mas biasanya bawa abgnya kemana”. Kalo mo longtime ya nginep di hotel tapi kalo mo short time ya cari motel aja. Gak enak lah kalo dirumahku, ntar ada yang ngeliat lagi aku bawa perempuan abg”.


Setelah aku makan, dia lalu memintaku duduk di pangkuannya disofa. Aku menurut saja. Sambil mengobrol, aku dimanja dengan belaiannya. Diraihnya daguku, dan diciumnya bibirku dengan hangatnya, aku mengimbangi ciumannya. Dan selanjutnya kurasakan tangannya mulai meremas-remas lembut toketku, kemudian tangannya menelusuri antara dada dan pahaku. Nikmat sekali rasanya, tapi aku sadar bahwa sesuatu yang aku duduki terasa mulai agak mengeras. Ohh, langsung aku bangkit. Aku bersimpuh di depannya dan ternyata kontinya sudah mulai ngaceng, walau masih belum begitu mengeras. Kepala kontinya sudah mulai sedikit mencuat keluar dari kulupnya lalu ku raih, ku belai dan kulupnya kututupkan lagi. Aku suka melihatnya dan sebelum penuh ngacengnya langsung aku kulum kontinya. Aku memainkan kulup konti yang tebal dengan lidahku. Kutarik kulup ke ujung, membuat kepala kontinya tertutup kulupnya dan segera kukulum, kumainkan kulupnya dengan lidahku dan kuselipkan lidahku ke dalam kulupnya sambil lidahku berputar masuk di antara kulup dan kepala kontinya. Enak rasanya. Tapi hanya bisa sesaat, sebab dengan cepatnya kontinya makin membengkak dan dia mulai menggeliat dan berdesis menahan kenikmatan permainan lidahku dan membuat mulutku semakin penuh. “Mas hebat ya sudah ngaceng lagi, kita lanjut yuk mas”, kataku yang juga sudah terangsang. Rupanya dia makin tak tahan menerima rangsangan lidahku. Maka aku ditarik dan diajak ke kamar. Aku berbaring diranjang yang masih berantakan sisa pertempuran seru semalem. Kakiku ditahannya sambil tersenyum, diteruskan dengan membuka kakiku dan dia langsung menelungkup di antara pahaku. “Aku suka melihat noki kamu yang” ujarnya sambil membelai bulu jembutku yang lebat. Aku merasakan dia terus membelai jembutku dan bibir nokiku. Kadang-kadang dicubit pelan, ditarik-tarik seperti mainan. Aku suka nokiku dimainkan berlama-lama, aku terkadang melirik apa yang dilakukannya. Seterusnya dengan dua jarinya membuka bibir nokiku, aku makin terangsang dan aku merasakan makin banyak keluar cairan dari nokiku. Dia terus memainkan nokiku seolah tak puas-puas memperhatikan nokiku, kadang kadang disentuh sedikit it ilku, membuat aku penasaran. Tak sadar pinggulku mulai menggeliat, menahan rasa penasaran. Maka saat aku mengangkat pinggulku, langsung disambut dengan bibirnya. Terasa dia menghisap lubang nokiku yang sudah penuh cairan. Lidahnya ikut menari kesana kemari menjelajah seluruh lekuk nokiku, dan saat dihisapnya it ilku dengan ujung lidahnya, cepat sekali menggelitik ujung it ilku, benar benar aku tersentak. Terkejut kenikmatan, membuat aku tak sadar berteriak.. “Aauuhh!!”. Benar benar hebat dia merangsangku, dan aku sudah tak tahan lagi. “Ayo dong mas, Sintia pingin dien tot lagi” ujarku.
Dia langsung menempatkan tubuhnya makin ke atas dan mengarahkan konti gedenya ke arah nokiku. Aku masih sempat melirik saat dia memegang kontinya untuk diarahkan dan diselipkan di antara bibir nokiku. Kembali aku berdebar karena berharap. Dan saat kepala kontinya telah menyentuh di antara bibir nokiku, aku menahan nafas untuk menikmatinya. Dan dilepasnya dari pegangan saat kepala kontinya mulai menyelinap di antara bibir nokiku dan menyelusup lubang nokiku hingga aku berdebar nikmat. Pelan-pelan ditekannya dan dia mulai mencium bibirku lembut. Kali ini aku lebih dapat menikmatinya. Makin ke dalam.. Oh, nikmat sekali. kontinya semakin masuk. Belum semuanya masuk, Dia menarik kembali seolah akan dicabut hingga tak sadar pinggulku naik mencegahnya agar tidak lepas. Beberapa kali dilakukannya sampai akhirnya aku penasaran dan berteriak-teriak sendiri. Setelah dia puas menggodaku, tiba tiba dengan hentakan agak keras, dipercepat gerakan mengenjotnya hingga aku kewalahan. Dan dengan hentakan keras serta digoyang goyangkan, tangan satunya meremas toketku, bibirnya dahsyat menciumi leherku. Akhirnya aku mengelepar-gelepar. Dan sampailah aku kepuncak. Tak tahan aku berteriak, terus Dia menyerangku dengan dahsyatnya, rasanya tak habis-habisnya aku melewati puncak kenikmatan. Lama sekali. Tak kuat aku meneruskannya. Aku memohon, tak kuat menerima rangsangan lagi, benar benar terkuras tenagaku dengan orgasme berkepanjangan. Akhirnya dia pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatnya. Aku terkulai lemas sekali, keringatku bercucuran. Hampir pingsan aku menerima kenikmatan yang berkepanjangan. Benar-benar aku tidak menyesal ngen tot dengan dia, dia memang benar-benar hebat dan mahir dalam ngen tot, dia dapat mengolah tubuhku menuju kenikmatan yang tiada tara.


Lamunanku lepas saat pahanya mulai kembali menjepit kedua pahaku dan dirapatkan, tubuhnya menindihku serta leherku kembali dicumbu. Kupeluk tubuhnya yang besar dan tangannya kembali meremas toketku. Pelan-pelan mulai dienjotkan kontinya. Kali ini aku ingin lebih menikmati seluruh rangsangan yang terjadi di seluruh bagian tubuhku. Tangannya terus menelusuri permukaan tubuhku. Dadanya merangsang dadaku setiap kali bergeseran mengenai pentilku. Dan kontinya dipompakan dengan sepenuh perasaan, lembut sekali, bibirnya menjelajah leher dan bibirku. Ohh, luar biasa. Lama kelamaan tubuhku yang semula lemas, mulai terbakar lagi. Aku berusaha menggeliat, tapi tubuhku dipeluk cukup kuat, hanya tanganku yang mulai menggapai apa saja yang kudapat. Dia makin meningkatkan cumbuannya dan memompakan kontinya makin cepat. Gesekan di dinding nokiku makin terasa. Dan kenikmatan makin memuncak. Maka kali ini leherku digigitnya agak kuat dan dimasukkan seluruh batang kontinya serta digoyang-goyang untuk meningkatkan rangsangan di it il-ku. Maka jebol lah bendungan, aku mencapai puncak kembali. Kali ini terasa lain, tidak liar seperti tadi. Puncak kenikmatan ini terasa nyaman dan romantis sekali, tapi tiba tiba dia dengan cepat mengenjot lagi. Kembali aku berteriak sekuatku menikmati ledakan orgasme yang lebih kuat, aku meronta sekenaku. Gila, batinku, dia benar-benar membuat aku kewalahan. Kugigit pundaknya saat aku dihujani dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat. Sesaat dia menurunkan gerakannya, tapi saat itu dibaliknya tubuhku hingga aku di atas tubuhnya. Aku terkulai di atas tubuhnya.


Dengan sisa tenagaku aku keluarkan kontinya dari nokiku. Dan kuraih batang kontinya. Tanpa pikir panjang, konti yang masih berlumuran cairan nokiku sendiri kukulum dan kukocok. Dan pinggulku diraihnya hingga akhirnya aku telungkup di atasnya lagi dengan posisi terbalik. Kembali nokiku yang berlumuran cairan jadi mainannya, aku makin bersemangat mengulum dan menghisap sebagian kontinya. Dipeluknya pinggulku hingga sekali lagi aku orgasme. Dihisapnya it ilku sambil ujung lidahnya menari cepat sekali. Tubuhku mengejang dan kujepit kepalanya dengan kedua pahaku dan kurapatkan pinggulku agar bibir nokiku merapat ke bibirnya. Ingin aku berteriak tapi tak bisa karena mulutku penuh, dan tanpa sadar aku menggigit agak kuat kontinya dan kucengkeram kuat dengan tanganku saat aku masih menikmati orgasme. “Sin, aku mau ngecret di dalam nokimu ya”, katanya sambil menelentangkan aku. “Ya, mas”, jawabku. Dia menaiki aku dan dengan satu hentakan keras, kontinya yang besar sudah kembali menyesaki nokiku. Dia langsung mengenjot kontinya keluar masuk dengan cepat dan keras. Dalam beberapa enjotan saja tubuhnyapun mengejang. Pantat kuhentakkan ke atas dengan kuat sehingga kontinya nancap semuanya ke dalam nokiku dan akhirnya crot .. crot ..crot, pejunya muncrat dalam beberapa kali semburan kuat. Herannya, ngecretnya yang ketiga masih saja pejunya keluar banyak, memang luar biasa staminanya. Dia menelungkup diatasku sambil memelukku erat2. “Sin, nikmat sekali ngen tot sama kamu, noki kamu kuat sekali cengkeramannya ke kontiku”, bisiknya di telingaku. “Ya mas, Sintia juga nikmat sekali, tentu saja cengkeraman noki Sintia terasa kuat karena konti mas kan gede banget. Rasanya sesek deh noki Sintia kalau mas neken kontinya masuk semua. Kalau ada kesempatan, Sintia dien tot lagi ya mas”, jawabku. “Ya Sin”, lalu bibirku diciumnya dengan mesra.


http://photos.friendster.com/photos/68/67/61597686/1_487550895l.jpg


cerita istri selingkuh: Desember 2009. ajar membayangkan ibu mertuaku disetubuhi (. adik — nikmatnya: wmboleh: bersetubuh bergaul dengan semua orang, baik dengan atasan bahkan dengan big boss cerita selingkuh


cerita istri selingkuh: Nikmatnya disetubuhi pembantu lelaki. ngewe bareng bertiga hubungan sesama jenis saling jilat kelamin masukin jari ke lubang memek itil pantat anus dubur “Enak , enjotin yang keras, aah, nikmatnya”,


Sore itu om Dodi menelpon aku. Aku bingung karena aku gak kenal no hp yang keluar di layar hp ku. Pertama tidak kuangkat dan kuputuskan panggilannya. Tapi.


memekku.. aah kontolmu dahsyaat sekalii..!!, oh apa yang terjadi pada diriku? begitu antutiasnya aku merespon kata kata vulgar teman suamiku ini, tak pernah kusadari begitu nikmatnya disetubuhi laki laki yang bukan suami sendiri.


Aku sudah beberapa kali mengadakan hubungan kelamin dengannya. Tetapi hubungan tersebut tidak pernah betul-betul nikmat. Selalu dilakukan buru-buru sehingga aku tidak pernah orgasme. Aku penasaran, bagaimana sih nikmatnya orgasme?


Nikmatnya disetubuhi om jantan sampai orgasme. Sore itu om Dodi menelpon aku. Aku bingung karena aku gak kenal no hp yang keluar di layar hp ku. Pertama Cerita sesama pria main sama gigolo mamaku. Namaku Tomi.


Tiba2 dia mencium bibirku. Aku kaget juga karena serangan mendadaknya, tapi langsung saja kusambut ciumannya. kubuka mulutku dan dia langsung menyapu.


Nikmatnya disetubuhi om jantan kemaluan besar Minggu kemaren aku jalan2 di satu mal dibilangan barat kota. Cerita seru pertama kali ml ngentot sama pacar Hari ini hari Valentine, .. Ia mencium bibir-ku, lidahnya yang.


Minggu kemaren aku jalan2 di satu mal dibilangan barat kota. Aku masuk kesalah satu toko yang merupakan anchor tenant mal itu. Ketika aku lagi liat2 sepatu, aku.


Aku disetubuhi dua laki-laki secara bersamaan. Benar-benar terasa nikmat sekali, ditambah lagi keduanya ditambah pak Broto merupakan sosok lelaki gagah, tampan dan enak dipandang. Pergumulan kami bertiga tak terasa membuatku orgasme



Search result from search engines about nikmatnya disetubuhi


Usai Cabuli Anak, Ayah Suruh Putrinya Disetubuhi Pacar | freak area



www ceritangentot ayah com (1) www ceritapornohot co id (1) Nikmatnya dientot sama anjing (1) Nikmatnya dientot sama bapakku (1) nikmatnya dientotin sama pacarku (1) Nikmatnya disetubuhi (1)


Source: http://aneh.ex-alumni.com/usai-cabuli-anak-ayah-suruh-putrinya-disetubuhi-pacar/



Cerita Sex Nikmatnya kakak Tiriku | Cerita Dewasa Foto Memek



adik dari kakak ibuku tiriku; Nicky dan Jess; Nicky dan Jess Guru Sex-ku; Wild Honey; … Ayah ku ngentot aku; nikmatnya ayah tiriku; nikmatnya disetubuhi; …


Source: http://ceritadewasamemek.com/cerita-sex-nikmatnya-kakak-tiriku.html



Pijat Istri Plus « Klub Hewan Dan Istri Selingkuh



cerita istri selingkuh Nikmatnya disetubuhi pembantu lelaki selingkuh kerasukan on Nikmatnya Penis (. wanita dan kera quot; klub hewan dan istri selingkuh di rumah


Source: http://www.petrochemical-oiljobs.com/search/Pijat+Istri+Plus+%C2%AB+Klub+Hewan+dan+Istri+Selingkuh



Cerita Panas Nikmatnya Ngeseks Dengan Mantan Pacar



cerita dewasa nidar sahabat, keperawananku kuserahkan diatas ranjang malam pertama, nidar ngentot ku, ngeseks sama mantan, cerita nikmatnya benda tumpul, nikmatnya disetubuhi pacar


Source: http://ceritapanas.telanjangbugils.com/nikmatnya-ngeseks-dengan-mantan-pacar.htm



penggeledahan oleh polisi



Nikmatnya jadi polisi gadungan Foto Model yang Disetubuhi oleh fotografernya


Source: http://www.semprot.com/showthread.php/1453-penggeledahan-oleh-polisi



Kumpulan Cerita Sex – Seru – Panas: Kisah Seks – Nikmatnya Kekasihku



Kisah Seks – Nikmatnya Kekasihku Aku sering berkhayal, aku disetubuhi laki-laki jantan. Aku sering melakukan masturbasi


Source: http://ceritaseksgallery.blogspot.com/2007/09/kisah-seks-nikmatnya-kekasihku.html



Nikmatnya Tante | e-Kebumen.Com



KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang memberikan nikmatnya dan mamah disetubuhi; Mga tulang makabayan; ngentot anus mami; ceritaxxx dewasa; cerita dewasamama


Source: http://e-kebumen.com/twit/nikmatnya-tante.htm



Cerita+istri+selingkuh:+Nikmatnya+disetubuhi+pembantu+lelaki



Information about cerita+istri+selingkuh:+Nikmatnya+disetubuhi+pembantu+lelaki from CeritaDewasa.Us


Source: http://cerita-dewasa.us/search/cerita+istri+selingkuh:+Nikmatnya+disetubuhi+pembantu+lelaki



cerita istri selingkuh: Nikmatnya disetubuhi pembantu lelaki



cerita istri selingkuh dientot orang ,nikmat jilat memek abg smu, toket ,tante doyan hisap jilat sperma kontol, janda nakal hobi ngentot ,ngewe bareng bertiga hubungan sesama jenis


Source: http://ceritaistriselingkuh.blogspot.com/2009/12/nikmatnya-disetubuhi-pembantu-lelaki.html



Cerita+istri+selingkuh+nikmatnya+disetubuhi+pembantu+lelaki



Kisah Mesum – Kumpulan Kisah Mesum paling enak ml sambil ngupil ngentot amp; bugil Suatu hari ada seorang Duda mencari pembantu baru di rumahnya.


Source: http://kisahmesum.com/search/cerita+istri+selingkuh+nikmatnya+disetubuhi+pembantu+lelaki+


home


18 comments:

  1. You have noted very interesting details! ps nice web site.

    ReplyDelete
    Replies
  2. Replies
    1. Kumpulan Foto Bugil Cerita Seks Dan Vidio Porno Indonesia
      KLIK Penampakan Nya ........ MANTAP.!


      Abg Pamer Susu Montok Sambil Di Jilati Pasangan Nya
      Foto Hot Artis Model Bintang Indonesia

      Artikel DEWASA Bikin Horny Dan Crotttt ...........

      VIMAX PILL CANADA

      Bikin Penis Besar, Panjang, Kuat, Keras, Dengan Hasil Permanent
      isi 30 cpsl Untuk 1Bulan Hanya.450.000;
      Promo 3 Botol Hanya.1.000.000;

      Vigrx Plus Pills Obat Pembesar Penis Usa Herbal
      2x Lebih Baik Di Banding Merk lain Besar & Panjang seketika

      SEMENAX ( OBAT MANDUL)

      VMENPLUS & KLG PILLS
      Obat Pembesar Penis Terbaru Dan Termurah

      ALAT PEMBESAR KELAMIN (VACUM PUMP)
      DAN PRO EXTENDERT (ALAT TERAPHY)

      OBAT KUAT VIAGRA USA EREKSI DAN TAHAN LAMA

      PERANGSANG WANITA SPONTAN
      5Menit Lgs Reaksi Tanpa Warna Dan Rasa 100% aman
      ( Cair / Tablet / Serbuk / Cream) 5Menit Reaksi Patent.
      Sangat Cocok Untuk Wanita Monopouse/ Kurang Gairah.

      ANEKA COSMETIK BERKWALITAS TERBAIK
      ( Pelangsing Badan, Pemutih Muka & Badan, Flek Hitam,
      Jerawat Membandel, Gemuk Badan, Cream Payudara,
      Obat Mata Min/ Plus, Peninggi Badan, Cream Selulit,
      Pemutih Gigi, Pembersih Selangkangan/ Ketiak,
      Pemerah Bibir, Penghilang Bekas Luka, Perapet Veggy,

      ALAT BANTU SEXSUAL PRIA WANITA DEWASA


      Cerita Hot Dan Vidio Porn Indonesia Artis ModelAbg Di Perkosa Di sekolahan Rame-Rame

      Delete
  3. Mantap Gan..!!

    Koleksi kumpulan video bokep terbaru 2015 kunjungi:
    1. http://Xvideos.blog33.com
    2. http://Bokep2.boswap.com
    3. http://waptrick.bokep.bz
    4. http://Mobile9.satu.mobi
    http://waptrick.blog2an.com

    ReplyDelete
  4. Saya membaca blog Anda di blog ini Anda telah beling tentang topik yang sangat seksi. Terima kasih untuk membahas tentang topik ini. Saya mendapat banyak hal baru dari blog Anda.

    Forum lendir bb17

    ReplyDelete