Monday, 14 May 2012

Cerita seru nafsu birahi cewek bispak


pada malam tahun baru tahun ini aku merencanakan untuk pergi Dugem sama temen2. Aku
sudah berdandan dan siap2 menuju rumah teman2ku untuk ketempat mereka dengan taksi. kami ber4, aku, Niken, Veni dan Eva. Kalo niken dan Veni sih janda, sama dengan aku, sedangkan Eva masih gadis (bener tidaknya sih aku ga tau, habis ga pernah aku periksa sih, he3x). Mereka semua udah pada ngumpul di rumah Veni. Sesampai aku disana kami langsung bersiap untuk pergi. kalo ngedugem nggak
make inex kurang enak, jadi kami beli sebelum berangkat dan kami minum di rumah Veni. Setelah semua siap, maka kami langsung berangkat. Setelah berembuk maka kami memilih Diskotik Golden Palace. Sesampai di sana kami langsung naik ke lantai 6 dan langsung masuk diskotik. kami berempat udah makin gemetar karena pengaruh inex, Maka selanjutnya kami berempat sudah asik bergoyang. Setelah 1 jam dan inex yang kami telan udah tinggi banget pengaruhnya, aku mulai merasa horny. Karena itu aku
ambil kursi di pojok agar bisa duduk dengan santai. Wahh horny ku semakin meningkat dan aku lihat temen2 ku juga kayaknya, karena itu aku langsung ngomong sama Niken, “ Ken, aku naik nih, jadi pingin” trus dia bilang “sama aku juga”. Wah gawat nih, kalo udah gini. Tak lama kemudian Veni dan Eva juga menyusul kami berdua duduk di table, aku lihat mereka merasakan yang sama seperti yang aku rasakan. Malahan Eva sudah Gelisah banget. Kakinya dikit2 menjepit seperti nahan kencing. Sambil guyon aku bilang ke mereka “ heheh pada pingin yah” mereka pada senyum sambil meluk meluk aku. Niken bilang “Rat , jadinya gimana nih”, kayaknya dia paling on deh, (padahal aku juga tuh). aku liat matanya udah sayu banget. salah sendiri, aku suruh telan setengah maunya 1.” Ya udah”, trus aku bilang ke dianya “gimana kalo kita lepasin sendiri ajah”, Dia bilang “maksudnya gimana?”. “ikut aku ajah ayo”, jawabku sambil bangkit menuju toilet. Mereka langsung aku ajak ke Toilet, trus sesampai di sana aku langsung buka CDku. oh iyah aku lupa bilang kalo kami berempat sama sama pake rok pendek, aku emang suka sih kalo dugem pake rok lebih bebas rasanya disbanding pake Celana Jeans. Veni nanya ke aku “ Eh Rat, kamu mau ngapain” aku bilang “menyelesaikan masalah, heheheheh”. Langsung ajah Niken mengikuti aku dengan membuka celana dalamnya juga. Ga lama kemudian Veni dan Eva juga mengikuti. Wow celana dalamku udah basah karena lendirku, dan aku lihat mereka juga. Selanjutnya ke empat CD kami tersebut kami simpan di Hand bag, sambil guyon aku bilang ke mereka bertiga, “Wow…., pada basah yah, pantes ajah bingung, hehehe” dijawabnya “sial kamu rat, padahal kamu sendiri tuh juga”. Selanjutnya kami kembali masuk ke Diskotik, mereka malah bilang “mau ngapain”, aku bilang “ Ayo deh ikut ajah,
lagian mana mereka tau kita ga pake CD, ya kan” sambil ngikik mereka ngikut aku kedalam. Di dalam diskotik kami kembali ke table kami yaitu di pojok, dan suasana emang rada gelap di posisi kami.


Aku mulai meraba raba mem3kku , wow udah basah sekali deh, pantas ajah setiap kaki di rapatin terasa licin tapi nikmatnya bukan main. aku bilang ke teman teman aku agar mulai menggosok gosok mem3knya juga. Eva masih merasa malu, sedangkan veni dan niken udah mencari posisi yang tersembunyi sehingga bisa dengan leluasa meraba mem3knya. aku liat mereka berdua juga udah mulai asik sendiri. Karena aku liat Eva rada bingung, maka segera aku tarik sehingga duduk di sebelah aku, tangan aku segera meraba ke mem3knya, wow…, ternyatan gadis ini udah basah sekali, dia sedikit menjerit kaget kali, aku bilang “gpp,biar enak coba kamu gosok sendiri deh. Tuh liat Niken dan Veni udah, nanti kamu ga turun2 tuh”. Dia bilang “Malu kak, nanti diliat orang” aku jawab. “ santai ajah ga ada yang liat semua pada sibuk “. Lalu tangannya aku tuntun untuk mengantikan tangan kanan aku menggosok mem3knya sendiri sedang aku melanjutkan menggosok mem3kku. Ohhh, nikmat sekali rasanya, tangan aku semakin aktip menekan2 dan mengosok2 mem3kku sendiri, dan udah mulai tidak perduli sekeliling aku. Untung tempat
kami rada gelap. Kalo ada yang memperhatikan mungkin heran deh ngapain kami berempat pada duduk merapatkan kaki, dengan tangan di bawah. Tapi kami semua ga peduli. Sambil menggosok gosok terus aku lirik Niken dan Veni, wahh…, ternyata mereka berdua juga udah mulai melayang mencari kenikmatan mereka masing-masing. MAlah aku liat tangan kiri Niken udah mulai meraba payudaranya sendiri dari bawah tank top yang di pakainya, sedangkan Veni kedua tangannya di bawah rok nya. Kalo Eva duduknya makin merapat keaku Cuma aku merasakan dianya juga udah mulain merasa nikmat. Ahhh perduli deh yang penting aku juga mau enak. Gosokan jariku juga semakin cepat dan mem3kku semakin basah, untung dalam ruangan ber-AC dan penuh asap sehingga bau dari mem3k kami berempat ga tercium. Hehehehe. Ohhhh……., jempolku mulai mencari2 it1lku, dan jari tengah dan telunjuk aku mulai menekan nekan lobang mem3kku. Ohhhhhhh…..nikmat sekali, gerakanku semakin cepat dan aku yakin kayaknya ga lama lagi aku bakalan orgasme. Yahhhhh,…..akhirnya orgasmeku datang juga, ohhhh nikmatnya. aku pengen menjerit tapi aku tahan agar ga kedengaran orang, ohhh nikmat sekali rasanya. Segera aku hentikan jempolku yang nggosok it1l tapi 2 jariyang lain semakin dalam menekan ke lobang mem3k aku. Dapat aku rasakan denyutan di dalam mem3k aku, wahhhhhh nikmat sekali. MMMhhhh kayaknya orgasme ini sangat panjang. aku udah ga peduli lagi posisi kakiku, rok pendek yang aku pakai udah terangkat mendekati
pangkal pahaku. Peduli amat, perlahan lahan aku buka mata aku aku lihat Niken dan Veni juga lagi mendapatkan orgasmenya, posisi Niken miring sambil kedua kakinya menjepit mem3knya erat erat dan sebelah tangannya meremas toketnya, wow, dia ga sadar kalo toketnya yang besar (38b sih, emang besar dibanding kami bertiga yah) udah keluar dari BH nya dan sedikit menyembul dari bawah tank topnya, sedangkan Veni kedua tangannya semakin keras menekan nekan mem3knya dan wajahnya meringis ringis . Tak lama kemudian orgasme mereka lewat juga, kami duduk berdampingan, masih merasa nikmat dan sama sama tersenyum. Trus kami liat si Eva kayaknya belum, mungkin dia masih kawatir ada yang ngeliat jadi kurang konsen, karena itu dianya keliatan semakin horny ajah dan belum lepas lepas juga. Akhirnya kami bertiga segera duduk disekitar dia, Veni (kakaknya) duduk di sampingnya sambil memeluk adiknya di berbisik “Udah Va, cuek ajah lah, kami nutupin kok. Kamu terusin ajah. Kalo udah keluar nanti enak banget “. Sambil merem dianya mengangguk. aku pun mulai membantu dia dengan merangsang mem3knya, wow…gadis ini udah basah banget. Karena aku rasa basah banget maka roknya pun aku angkat biar ga nyeplak nantinya, habis banyak banget cairannya. Tanganku dengan lincah segera masuk ke selangkangannya dan segera mencari it1lnya. Setelah ketemu mulai aku gosok
gosok dengan cepat, dianya semakin gelisah duduknya, sedangkan niken juga mulai meraba raba toketnya, agar dia makin terangsang. Ahhhh aku liat napasnya mulai memburu mungkin ga lama lagi dianya orgasme. Dia semakin gelisah, aku trus menggosok mem3knya. Ahhhh akhirnya dia pun orgasme, mulutnya mejerit tapi segera dipeluk niken, jadi ga sempat semakin liar, sambil memeluk nikem meremas
toket Eva kuat2, dan Veni terus berbisik ke telinganya agar melepas semuanya. jariku yang di mem3knya merasakan denyutan yang sangat kuat, ohhhh dianya orgasme. Denyutan2 ini tandanya. Matanya meram dan semakin meringis ringis, tapi aku yakin sekali geli2 nikmat yang luar biasa yang sedang dialaminya. Setelah beberapa lama akhirnya orgasmenya lewat juga dan dia mulai tenang, demikian juga kami bertiga. Mata kami masih merem menikmati sisa orgasme dan musik yang menghentak kencang.


Setelah melepas napsu maka kami kembali tenang dan rasa inex yang kami tekan semakin nikmat buat di bawa bergoyang maka kami berempat pun turun ke lantai dansa. Sambil berdisko kami tertawa2, dan aku bilang ke Eva “Gimana Va, enak ga?” sambil tersenyum di bilang “ iyah kak, nikmat sekali”. aku bilang “ goyang ajah terus ga ada kok yang liat kalo kita ga pake celana dalem, hihihihi” Niken dan Veni ikut tertawa. Kami terus bergoyang sampe jam 3 pagi, setelah itu kami berencana pulang. Pas di pintu lift seorang lelaki ngejar kami berempat trus bilang “Dek, enak yah joget ga pake celana ?” Kami berempat rada kaget juga, kok tau sih. Tapi dengan cuek ajah aku jawab” Enak kok bang silir, yeeee”. “Tadi pada ngilik sendiri ya, ngapain swalayan, kan ada aku. aku mau kok ngebantuin kalian melepas hasrat”. “Emangnya abang sendiri kuat ngeladenin kami berempat”, jawab aku, heran juga aku kok bisanya dia memperhatikan kami diruang yang gelap gitu. “Kan ada temen2 ku yang siap maen kalo kalian minat.
Masih sore gini mo pada kemana, mending juga kita cari tempat untuk menuntaskan kenikmatan semu yang kalian peroleh ketika ngilik ndiri, gimana…mau enggak?” Kami ber4 saling berpandangan. “Gimana, pada minat gak, kamu gimana Va”, tanya aku pada ke3 temanku. Eva yang statusnya masih lajang jadi bingung. Veni langsung nimbrung, “Kamu kan dah sering kan maen ama cowok kamu”. “Kok kakak tau sih”, jawab Eva. Eva hanya tersenyum, kompak juga kakak adek ini. “Ya ok deh”, jawab Eva. “Temen2 pada ok tu bang sama sarannya, temen2nya ok2 gak?” “Perkenalkan aku Deni”, katanya sambil
mengulurkan tangannya. Kami saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri. “aku panggil temen2ku deh ya”. Temen2 bang Deni ok2 semuanya, ganteng2 dan atletis bodinya. aku sendiri mah lebih tertarik sama bang Deni, srek sekali aku liat dia, walaupun dia yang paling tua diantara temen2nya tapi ok skali, paling ganteng dan atletis skali orangnya, seperti olahragawan gitu.


Akhirnya kami berpencar dengan pasangan masing2. Deni mengajak aku ke apartmentnya. Sepanjang perjalanan aku ngobrol saja dengan dia. Dia menanggapi obrolanku dengan santai juga, kadang tangannya mengelus pahaku. “Yang udah gak tahan Ratih atau abang”, godaku sambil membiarkan tangannya mengelus2 pahaku. Rabaannya semakin lama membuatku semakin napsu. Kubuka pahaku
agak lebar. Melihat aku mengangkangkan pahaku, tangannya bergerak ke atas ke selangkanganku. Jari2nya mulai mengelus belahan mem3kku dari luar. Wow rasanya, aku jadi gak sabar lagi untuk dient0t. CDku langsung menjadi lembab karena cairan mem3kku membanjir. “Bang”, kataku, “Ratih udah basah bang”. “Udah napsu banget ya Rat, aku juga sudah napsu, sebentar lagi sampe kok”. Kami sampe diapartmentnya. Mobilnya langsung meluncur ke basement menuju ke parking lot dia. Kami turun mobil,
aku digandengnya menuju ke lift. Dia memijit tombol yang paling atas. “Penthouse ya bang”, tanyaku. “Semi, tapi ada pool kecilnya”. “Abang tinggal sendiri?”. “Iya, aku duda, gak punya anak”. “Sama dong bang. Ratih janda, dah punya anak 2″. “Kok bodinya gak kalah sama temen2 kamu laennya. Mereka janda juga?” “Iya, kecuali Eva yang belon nikah”. “Kalo kawin udah kali, tu dia mau diajak jalan temenku”. Aku hanya senyum saja. “kamu dah punya anak 2, dah longgar dong”. “Ntar abang bole ngerasain empotan Ratih, gak kalah kok ama yang blum punya anak”. Sesampai dilantai apartmentnya, pintu lift terbuka, kami masuk ke apartmentnya. Ruangannya gak terlalu luas, ada seperangkat sofa, tv, sound system dan menja makan. Diberandanya ada pool kecil yang dilingkari taman kecil yang asri dan ada saungnya. Aku segera keluar menuju saung. Deni menyalakan lampu temaram, di saung itu ada dipan yang cukup lebar untuk 2 orang dengan matrasnya. “Bang, romantis ya. Abang sering ya bawa prempuan
kemari”. Ya begitulah, kan aku perlu penyaluran”. “Kok gak nikah lagi bang”. “Pasti alesannya sama dengan kamu, napa kamu ndiri gak nikah lagi”. “Masih menenangkan diri bang, padahal dah cerai setahun yang lalu”. “Ya sama lah, tapi aku dah 2 tahun cerai, enak gini lah bebas merdeka mo ngapain juga”. “Diluar tapi hawanya panas ya bang”. “Kita berendem aja yuk”. “Yuk”, jawabku.


Aku langsung saja melepas tanktopku, kemudian kulepas rok miniku. Kemudian braku. Pakaian kuletakkan di dipan. Dia melotot memandangi tubuhku yang dah telanjang bulat itu. jembutku yang lebat meliputi daerah selangkanganku. Toketku yang ukuran 34C masih kencang dihiasi 2 pentil yang membesar, maklum deh sering diisep sama anak2ku dan mantan suamiku. Segera aku mencebur ke pool, sementara dia membuka pakeannya, sehingga hanya memakai CD. kont0lnya kelihatan besar, karena sudah ngaceng, tercetak jelas di CDnya. Kemudian dia pun nyebur ke kolam, menghampiriku dan memelukku. Bibirku diciumnya, lidah kami saling berbelit. Tangannya mulai meremas2 toketku sambil memlintir pentilnya. Segera pentilku menjadi keras. “toketmu kenceng ya Sin, pentilnya gede.”, katanya. Aku diam saja sambil menikmati remasan tangannya. kont0lnya yang keras menekan perutku. “Bang, ngacengnya sudah keras banget”, kataku. “Kita ke dipan yuk”. Aku sudah tidak bisa menahan napsuku lagi. Segera aku keluar kolam. Aku telentang didipan, menunggu dia yang juga sudah keluar dari kolam. Dia berbaring
disebelahku, bibirku kembali diciumnya dengan penuh napsu dan tangannya kembali meremas2 toketku sambil memlintir2 pentilnya. “Isep dong bang..” pintaku sambil menyorongkan toketku ke wajahnya. Langsung toketku disepnya dengan penuh napsu. Pentilku dijilatinya. “Ohh.. Sstt..” erangku keenakan. Jarinya mulai mengelus jembutku, kemudian jarinya langsung menyentuh belahan bibir mem3kku dan digesek-gesekkan dari bawah ke atas. Gesekannya selalu berakhir di it1lku sehingga menimbulkan
kenikmatan yang luar biasa. mem3kku langsung berlendir, rasanya lendir juga membasahi seluruh bagian dinding dalam mem3kku. “Oo.. Ooh! Uu.. Uuh!” desahku sambil menekan tangannya yang satunya untuk terus meremas-remas toketku. Aku sungguh sudah tidak tahan lagi, “Bang, Ratih udah gak tahan nih”. Kedua kaki kukangkangkan sehingga tampak jelas jembutku yang lebat. Dia kembali meraba dan mengelus mem3kku. Dia menyelipkan jarinya ke belahan mem3kku yang sudah basah dan menyentuh
dinding dalam mem3kkku. “Bang..! Aduuh! Ratih sudah enggak tahan, udah pengen dimasukkin”, pintaku. Bukannya langsung memenuhi permintaanku malah jarinya beralih menggosok-gosok it1lku. “Aduuh! bang..nakal!” seruku. Aku pun semakin tidak karuan, kuremas kont0lnya yang sudah keras sekali dari luar CD nya. toketku yang sudah keras sekali terus saja diremas2, demikian juga pentilku. “Ayo dong bang dimasukin, Ratih sudah benar-benar enggak kuu.. at!” rengekku lagi. Kemudian dimasukkannya jarinya ke dalam mem3kku yang sudah basah kuyup. Dengan tanpa menemukan kesulitan jarinya
menyeruak masuk ke dalam mem3kku. mem3kku langsung dikorek2, dindingnya digaruk-garuk. Benjolan seukuran ibu jari yang tumbuh di dalam liang mem3kku dimainkannya dengan ujung jarinya hingga badanku tiba-tiba menggigil keras dan kugoyang-goyangkan pantatku mengikuti permainan ujung jarinya. Dia menelungkup diselangkanganku dan mulutnya langsung mengulum bibir mem3kku. Cairan yang membasahi sekitar selangkanganku dijilatinya dan setelah bersih bibirnya kembali mengulum bibir mem3kku. Kemudian giliran it1lku mendapat giliran dikulum dan dilumat dengan mulutnya. Jari tangannya
kembali menyeruak masuk ke dalam mem3kku, aku benar-benar hampir pingsan dibuatnya. Tubuhku kembali terguncang hebat, kakiku jadi lemas semua, otot-otot perutku jadi kejang dan akhirnya aku nyampe, cairan mem3kku yang banjir ditampung dengan mulutnya dan tanpa sedikit pun merasa jijik ditelan semuanya. Aku menghela napas panjang, dia masih dengan lahapnya melumat mem3kku sampai akhirnya selangkanganku benar-benar bersih kembali. mem3kku terus diusap2nya, demikian juga it1lku sehingga napsuku bangkit kembali. “Terus bang.. Enak..” desahku. “Ayo dong bang.. Ratih udah nggak
tahan”. tetapi dia masih tetap saja menjilati dan menghisap it1llku sambil meremas2 toket dan pentilku.


Dia melepaskan CDnya yang basah, kont0lnya yang besar dan lumayan panjang sudah ngaceng keras sekali mengangguk2. Aku dinaikinya dan segera dia mengarahkan kont0lnya ke mem3kku. Perlahan dimasukkannya kepala
kont0lnya. “Enak bang..” kataku dan dia sedikit demi sedikit meneroboskan kont0lnya ke mem3kku yang sempit. mem3kku terasa sesek karena kemasukan kont0l besar, setelah kira-kira masuk separuh lebih kont0lnya mulai dienjot keluar masuk. “Terus bang..kont0lnya enak” erangku keenakan. Dia terus mengenjot mem3kku sambil menyorongkan dadanya ke mulutku. Pentilnya kuhisap. Belum berapa lama dienjot, dia mengajak tukar posisi. Sekarang aku yang diatas Kuarahkan mem3kku ke kont0lnya yang tegak menantang. Dengan liar aku kemudian mengenjot tubuhku naik turun. toketku yang montok bergoyang mengikuti enjotan badanku. Dia meremas toketku dan menghisap pentilnya dengan rakus.
“Bang.. kont0lnya besar, keras banget..”, aku terus menggelinjang diatas tubuhnya. “Enak Rat?’ tanyanya.
“Enak bang..ent0tin Ratih terus bang..” Dia memegang pinggangku yang ramping dan menyodokkan kont0lnya dari bawah dengan cepat. Aku mengerang saking nikmatnya. Keringatku menetes membasahi tubuhnya. Akhirnya, “Ratih nyampe bang”, jeritku saat tubuhku menegang merasakan nikmat yang luar biasa. Setelah itu tubuhku lunglai menimpa tubuhnya. Dia mengusap-usap rambutku sambil mencium bibirku.


Setelah beberapa saat, kont0lnya yang masih ngaceng dicabut dari dari mem3kku. Aku ditelentangkannya, dan dia naik ke atasku. Kembali mem3kku dijilatinya. Kedua lututku didorongkannya sedikit ke atas sehingga bukit mem3k ku lebih menungging menghadap ke atas, pahaku lebih
dikangkangkannya lagi, dan lidahnya dijulurkan menyapu celah-celah mem3kku. Lidahnya dijulurkan dan digesekkan naik turun diujung it1l ku. Aku hanya bisa merasakan nikmatnya sambil meremas- remas kont0lnya dengan penuh nafsu. Cairan lendir yang keluar kembali dari mem3kku dengan lahap dihisapnya. Bibirnya terus mencium dan melumat habis bibir mem3kku. Dapat kurasakan hisapan
mulutnya yang kuat menghisap mem3kku, lidahnya menjulur masuk ke dalam mem3kku dan sempat menyentuh dinding bagian dalamnya. Saking dalamnya mulutnya menekan mem3kku, hidungnya yang mancung menempel dan menekan it1lku. Aku kembali merasakan kenikmatan lebih, apa lagi saat wajahnya dengan sengaja digeleng-gelengkan ke kiri dan ke kanan dengan posisi hidungnya tetap menempel di it1lku dan bibirnya tetap mengulum bibir mem3kku sambil lidahnya terus mengorek mem3k
ku. Aku tak kuasa membendung napsuku. “Oocch! bang.. Teruu.. Uus! Ratih nyampe lagi bang”, suaraku semakin parau saja. Kugoyangkan pantatku mengikuti irama gesekan wajahnya yang terbenam di selangkanganku. Kujepit kepalanya dengan pahaku, badanku menggigil hebat bagaikan orang kejang. Aku menarik nafas panjang sekali, semua cairan mem3kku dihisap dan ditelannya dengan rakus sekali hingga habis semua cairan yang ada di sekitar mem3kku. Dia tetap dengan asyiknya menjilati mem3kku. Kemudian jilatannya naik ke atas, ke arah perutku. Lidahnya bermain-main dipusarku, sambil tangannya langsung meraba dan meremas kedua toketku, jilatannya juga semakin naik menuju toketku. Jengkal
demi jengkal jilatannya semakin naik. Mulutnya sudah sampai ke dadaku. Kini giliran toketku dijilatinya, mulutnya seakan ingin menelan habis toketku, lidahnya kini menari-nari di ujung pentil ku. Jari tangan kanannya meraba-raba selangkanganku, menggesek-gesek it1lku hingga mem3kku basah lagi, nafsuku naik kembali. Sementara tangan kirinya tetap meremas toketku dan tangan kanannya tetap bergerilya di mem3kku, bibirnya kini mencium dan melumat bibirku. Kubalas lumatan bibirnya dengan penuh nafsu,
kujulurkan lidahku masuk ke rongga mulutnya. Dia menghisap lidahku, secara bergantian dia juga menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku dan kubalas dengan hisapan pula.


Kini dia membetulkan posisinya sehingga berada di atasku, kont0l nya sudah mengarah ke hadapan mem3kku. Aku merasakan sentuhan ujung kont0lnya di mem3kku, kepala kont0l nya terasa keras sekali. Dengan sekali dorongan, kepala kont0lnya langsung menusuk mem3kku. Ditekannya sedikit kuat sehingga kepala kont0l nya terbenam ke dalam mem3kku. Walau kont0l nya belum masuk semua, aku
merasakan getaran-getaran yang membuat otot mem3kku berdenyut, cairan yang membasahi mem3kku membuat kont0lnya yang besar mudah sekali masuk ke dalam mem3kku hingga dengan sekali dorongan lagi maka kont0lnya masuk kedalam sarangnya, blee.. ess.. Begitu merasa kont0lnya sudah memasuki mem3kku, kubalik badannya sehingga kembali aku berada di atas tubuhnya, kududuki kont0l nya yang cukup panjang itu. Kugoyangkan pantatku dan kuputar-putarkan, kukocok naik turun hingga kont0lnya keluar masuk mem3kku, dia meremas- remas kedua toketku. Lebih nikmat rasanya ngent0t dengan
posisi aku diatas karena aku bisa mengarahkan gesekan kont0l besarnya ke seluruh bagian mem3kku termasuk it1lku. Kini giliran nya yang tidak tahan lagi dengan permainanku, ini dapat kulihat dari gelengan kepalanya menahan nikmat yang sebentar lagi tampaknya akan ngecret. Dan ternyata benar juga, dia memberikan aba-aba padaku bahwa dia akan ngecret. “Kita nyampe sama-sama..bang”, rintihku sambil mempercepat kocokan dan goyangan pantatku. “Aa.. Aacch!” Akupun nyampe lagi, kali ini secara bersamaan dengan dia, bibir mem3kku berkedutan hingga meremas kont0lnya. pejunya dan lendir
mem3kku bercampur menjadi satu membanjiri mem3kku. Karena posisiku berada diatas, maka cairan kenikmatan itu mengalir keluar merembes melalui kont0lnya sehingga membasahi selangkanganku, banyak sekali dan kurasakan sedikit lengket-lengket agak kental cairan yang merembes keluar itu tadi.


Kami berdua akhirnya terkulai lemas di dipan. Posisiku tengkurap disampingnya yang terkulai telentang. “Bang, pinter banget sih ngerangsang Ratih sampe berkali2 nyampe, udah gitu kont0l abang kalo udah masuk terasa sekali gesekannya, abis gede banget sih”, kataku. “mem3kmu juga nikmat sekali Rat, peret banget deh, kerasa sekali cengkeramannya kekont0lku”, jawabnya sambil memelukku. “Kamu ngelampiasin napsu biasanya sama siapa Rat, atau maen sendiri seperti tadi didiskotek?” “Seringnya sih sendiri bang, sesekali pernah juga maen ama temen cowok, tapi jarang banget”. “Wah kalo gitu kita
mesti menuntaskan napsu kamu yang dah lama terpendam dong Rat”. Kami berdua sempat tertidur cukup lama karena kelelahan dan tiupan angin sejuk sepoi2. Ketika terbangun, kami masuk keapartmentnya karena dia mengajakku mandi. “Kita mandi sama-sama yuk!” ajaknya, “Badanku lengket karena keringat”. Kami menuju ke kamar mandi beriringan sambil berpelukan, bertelanjang bulat. Kamar mandinya tidak terlalu besar namun cukup bagus, ada ruangan
berbentuk segi empat di dalam kamar mandi, bentuknya kira-kira seperti lemari kaca. Kami berdua masuk ke dalamnya dan menyalakan shower, aku dan dia saling bergantian menggosok tubuh kami, demikian pula saat menyabuni tubuh kami lakukan bergantian, saling raba, saling remas, bibir kami saling pagut. Dia menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku yang kusambut dengan hisapan, dan secara bergantian pula kujulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Diapun menyambutnya dengan lumatan. Rabaan
tangannya berpindah ke toketku. Diremas-remasnya toketku yang mulai mengencang lagi pertanda napsuku bangkit lagi. Aku pun tidak mau kalah, kuraih kont0lnya yang kembali sudah berdiri tegak dan kukocok-kocok lembut dengan jariku. Ujung kont0lnya sesekali menyenggol bagian depan pangkal pahaku. Luar biasa staminanya, barusan selesai ngecret di mem3kku sudah ngaceng lagi. “kalo cewek jembutnya lebat pasti napsunya besar, kaya kamu ya Rat”, katanya. Kuarahkan kont0lnya ke belahan bibir
mem3kku. Dengan menggunakan tanganku, kugesek- gesekkan ujung kont0lnya ke belahan bibir mem3kku. Kutempelkan ujung kont0lnya ke ujung it1lku dan kugesek-gesekkan naik turun. Kini mem3kku kembali mengeluarkan cairan bening.


Lalu dia mematikan shower sambil duduk di samping bathtub. Aku dipangkunya dengan posisi memunggunginya. kont0lnya yang sudah ngaceng keras kembali dimasukkannya ke dalam mem3kku dalam posisi seperti itu. Karena kondisi bathtub yang sempit mengharuskan posisiku merapatkan pahaku, maka mem3kku menjadi kian sempit saja. Awalnya agak sulit juga kont0lnya masuk kedalam
mem3kku. Tetapi dengan sedikit bersusah payah akhirnya ujung kont0lnya berhasil menyeruak ke dalam mem3kku yang kubantu dengan sedikit menekan badanku kebawah, dan kuangkat kembali pantatku hingga lama kelamaan akhirnya berhasil juga kont0lnya amblas semua ke dalam mem3kku. Dengan posisi begini membuatku harus aktif mengocok kont0lnya dengan cara mengangkat dan menurunkan kembali pantatku, sehingga mem3kku bisa meremas dan mengocok-ngocok kont0lnya. kont0lnya terasa sekali menggesek-gesek dinding bagian dalam mem3kku. Saat aku duduk terlalu ke bawah, kont0lnya
terasa sekali menusuk keras mem3kku, nikmat yang kurasakan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata lagi. mem3kku semakin lama semakin basah sehingga keberadaan kont0lnya dalam mem3kku sudah tidak sesesak tadi. Kini aku pun sudah tidak kuat lagi menahan napsuku. Aku tidak mampu lagi mengangkat dan menurunkan pantatku seperti tadi, kini aku hanya bisa terduduk dalam posisi kont0lnya masih tertancap di dalam mem3kku. Kugoyang-goyangkan saja pantatku sambil duduk di pangkuannya, persis seperti layaknya Inul menggoyangkan pinggul dan pantatnya, ngebor diatas panggung saat
menyanyi. Kedua tangannya sedari tadi asyik meremas kedua toketku. Pentilku dicubit dan dipilin-pilinnya
sehingga menimbulkan sensasi tersendiri bagiku. Dia rupanya tidak mampu bertahan lama merasakan
goyang ngebor gaya Inul yang kulakukan. “Aduuh..! Rat, bener, hebat banget empotan mem3k kamu! Aku
hampir ngecret nich!” serunya sambil tetap memilin pentilku. “Kita keluarin sama-sama yuk!” sahutku
sambil mempercepat goyanganku. Dia rupanya sudah benar- benar tidak mampu bertahan ebih lama lagi
hingga didorongnya aku sedikit ke depan sambil dia berdiri, sehingga posisiku menungging membelakanginya, tetapi kont0lnya masih menancap di dalam mem3kku. Dia berdiri sambil mengambil alih permainan, dia mengocok-ngocokkan kont0lnya keluar masuk mem3kku dalam posisi doggy style.
“Aa.. Aacch!” kini giliranku yang menyeracau tidak karuan. Aku merasakan kedutan-kedutan di dalam mem3kku, terasa sekali semburan hangat yang menerpa dinding mem3kku, pejunya rupanya langsung muncrat keluar memenuhi mem3kku. Bersamaan dengan itu, aku pun mengalami hal yang serupa, kurasakan kedutan mem3kku berkali- kali saat aku nyampe. Kami nyampe dalam waktu hampir bersamaan hingga mem3kku kembali penuh dengan cairan birahi kami berdua, saking penuhnya sehingga tidak tertampung seluruhnya. Cairan kami yang telah tercampur itu, meleleh keluar melalui celah mem3kku dan merembes keluar hingga membasahi perutku karena posisiku masih setengah
menungging saat itu. Kami pun melanjutkan mandi bersama-sama bagaikan sepasang pengantin baru.


Setelah selesai mandi dan mengeringkan tubuh kami masing-masing dengan handuk, dengan bertelanjang bulat kami menuju ke ruang makan. Dia mengeluarkan sereal dari lemari gantung dan susu dari lemari es. “Kamu mau susunya diangetin?” “Susu Ratih dah anget ndiri kok bang”, jawabku becanda. Dia menghangatkan susu di microwave oven sbentar, kemudian kami menyantap sarapan pagi itu.
“Kamu hebat ya Rat, dah punya anak2 empotan kamu masih kenceng banget, minum jejamuan ya”. “Ah enggak bang, Ratih rajin fitnes dan senam bl aja, jadi sip kan empotannya”. Setelah merasa kenyang, aku mengantuk lagi. Aku berbaring di sofa dan akhirnya tertidur. Tidak tahu berapa lama aku tertidur, tiba2 aku terbangun karena merasa toketku ada yang mengelus2. Dia kemudian meremas toketku, malah sambil memlintir2 pentilku, perlahan pentilku mulai mengeras. “Bang, aah”, napsuku makin meninggi. Heran juga aku, kok napsunya besar sekali, dah pengen ngent0t lagi rupanya dia. “Bang, kuat banget sih, gak ada matinya ya”. “Kan mo ngebantuin ngelampiasin napsu kamu, katanya biasanya swalayan’.
Sambil toketku diremasnya terus, dia menjilati seluruh tubuhku, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dijilatinya pula toketku, disedotnya pentilku sampai aku gemetar saking napsunya. Kakiku dan kedua pahaku yg mulus itu dibukanya sambil dielus2 dengan satu tangan masih meremas toketku. Setelah itu mem3kku dijilatin dengan lidahnya. Rasanya nggak keruan. Bukan hanya bibir mem3kku aja yang dijilatinnya, tapi lidahnya juga masuk ke mem3kku, aku jadi menggelinjang nggak terkontrol, wajahku memerah sambil terdongak keatas. Melihat napsuku sudah naik, kont0lnya yang besar sekali sudah ngaceng dengan keras. Kugenggam. “Dikocok Rat”, pintanya, aku nurut saja dan mengocok kont0lnya dengan gemas, makin lama makin besar dan panjang. “Rat diemut dong”, katanya keenakan. Dia berdiri disamping sofa dan aku duduk sambil mengarahkan kont0l yg ada digenggamanku ke arah mulut ku. Aku mencoba memasukkan kedalam mulutku dengan susah payah, karena besar sekali jadi kujilati dulu kepala kont0lnya. Dia mendongakkan kepalanya. Kutanya “Kenapa bang”. “Enak banget, terusin Rat, jangan berhenti”, ujarnya sambil merem melek kenikmatan. Aku teruskan aksiku, aku jilatin
kont0lnya mulai dari kepala kont0lnya sampai ke pangkal batang, aku terusin ke biji pelirnya, semua aku jilatin. Aku coba untuk memasukkan kedalam mulutku lagi, udah bisa masuk, udah licin terkena ludahku. Dia memegangi kepalaku dengan satu tangannya sambil memaju-mundurkan pantatnya, mengent0ti mulutku. Sedang tangan satunya lagi meremas toketku sebelah kanan. gerakannya semakin lama semain cepat. Tiba2 dia menghentikan gerakannya. kont0lnya dikeluarkan mulutku.


Dia menaiki tubuhku dan mengarahkan kont0lnya ke toketku. “Rat, dijepit ama toket kamu ya”. Aku paham apa yang dia mau, dan dia kemudian menjepit kont0lnya di antara toketku. “Ahh.. Enak Rat. Diemut enak, dijepit toket juga enak. Sama mem3k apalagi”, erangnya menahan nikmat jepitan toketku. Dia terus menggoyang kont0lnya maju mundur merasakan kekenyalan toketku. Sampai akhirnya “Aduh Rat, sebentar lagi aku mau ngecret, keluarin dimulut kamuya”. “Jangan bang, di mem3k Ratih saja”,
jawabku. Aku tidak ingin merasakan pejunya dimulutku, lebih baik dingecretkan di mem3kku, aku juga bisa ngerasain nikmat.


Diapun naik keatasku sambil mengarahkan kont0lnya ke mem3kku. Dia mulai memasukkan kont0lnya ke mem3kku. Pantatnya semain didorong dan didorong, sampai aku merem melek keenakan ngerasain mem3kku digesek kont0lnya. Dia mulai menggerakkan kont0lnya keluar dan masuk dimem3kku yang sempit itu. “Wuah, Rat, sempit betul mem3kmu”, dia menggumam tak keruan. Aku mulai merasakan nikmat yg tak terkatakan, luar biasa enak sekali rasanya. Secara naluri aku gerakkan pantatku kekanan
dan kekiri, mengikuti gerakan kont0lnya yg keluar masuk, wuihh tambah nikmat. Selang beberapa saat, dia mengajak ganti posisi, aku pasrah aja. Aku disuruhnya nungging, dan dia menyodokkan kont0lnya dari belakang ke mem3k ku. Nikmat sekali permainan ini. “Ennngghh…” desahnya tak keruan. Sambil menggoyang pantatnya maju mundur, dia memegangi pinggulku dengan erat, aku merasa nikmat yang luar biasa. Tidak tahu berapa lama dia menggenjot mem3kku dari belakang seperti itu, makin lama makin
keras sehingga akhirnya aku nyampe lagi “Bang, enjot yang keras, nikmat sekali rasanya”, jeritku. Dia mengenjot kont0lnya lebih cepat lagi dan kemudian pejunya muncrat didalam mem3kku berulang-ulang, banyak sekali. ‘crottt, croooth.., crooootttthh…’ Aku merasa mem3kku agak membengkak akibat disodok oleh kont0lya yang besar itu. “Rat, mem3k kamu luar biasa deh cengkeramannya, nikmat banget Rat”, katanya sambil terengah2. Setelah istirahat beberapa saat, dia bertanya padaku “Gimana Rat? enak
kan?”. “Enak sekali bang, rasanya nikmat sekali, mem3k Ratih sampe sesek kemasukan kont0l abang, abis gede banget sih”, jawabku. Dia mencabut kont0lnya yang sudah lemes dari mem3kku. kont0lnya berlumuran pejunya dan cairan mem3kku. Mungkin saking banyaknya ngecretin pejunya dimem3kku.


Kami ngobrol aja sampai terdengar perutku berbunyi. “Kamu laper ya Rat, tahun baru gini apa ada makanan ya, kita ke mal ajah ya. disana pasti ada makanan”. “Ratih mau siram2 badan dulu ya bang”, jawabku. “Tadi kan udah mandi”, katanya. “Biar seger saja bang, gak lama kok”, jawabku. Aku mengguyur badanku di shower beberapa saat kemudian menyabuni tubuhku. Selesai mandi, aku
mengenakan pakeanku yang kemaren, karena aku gak bawa gantinya. Di mal kami mencari restoran padang ajah, dia memesan nasi dan beberapa macam lauk dan desertnya sekalian. Kami makan dengan lahap. Sehabis makan, kami berjalan2 di mal menurunkan perut. Mal belum berapa rame, mungkin karena orang masih tertidur abis begadang di malem taun baru. Baru pulang.


Sesampainya di apartmen, aku masuk kekamar mandi. Selang beberapa saat aku keluar lagi hanya mengenakan lilitan handuk dibadanku tanpa pakaian lainnya lagi. “Udah siap lagi ya Rat”, dia menggangguku. “Iyalah bang, kan kita kesini untuk ngent0t. Kata abang mau ngent0tin Ratih sampe loyo”, jawabku. Belahan dadaku sedikit tersembul dibalik handuk yang menutup dada serta pahaku. Melihat itu sepertinya dia napsu lagi. Luar biasa juga staminanya, gak puas2nya dia ngent0ti aku. kont0lnya menjadi berdiri tegang. Kelihatan sekali dibalik CDnya. Dia juga sudah melepaskan semua pakaiannya, dan berbaring di ranjang. “Bang…. ngelihatnya kok begitu amat sih ?” kataku. Aku berbaring disebelahnya, segera lilitan handukku dilepaskannya sehingga telanjang bulatlah aku. toketku dielus2nya. “Rat, kamu seksi sekali, mana binal lagi kalo lagi dient0t. Kalo kamu istriku, aku ent0tin kamu tiap
malem”, katanya merayu. Aku hanya tersenyum, tidak menjawab rayuannya. Elusan tangannya di toketku berubah menjadi remasan remasan halus. “Baang…. “, aku memeluknya. Dia memelukku juga serta mencium bibirku. Aku begitu menggebu gebu melumat bibirnya, kujulurkan lidahku kedalam mulutnya. Nafasku menjadi cepat serta tidak beraturan. Setelah beberapa saat kami berciuman, aku menggerakkan dan menggeser badanku sehingga sekarang sudah berada di atas badannya. Aku semakin ganas saja dalam berciuman. Dia memeluk badanku rapat2 sambil menciumiku. Kemudian aku menciumi lehernya dan terus turun kearah dadanya. Dia berdesis “Rat….ssssssshhhh.” Aku terus menciumi badannya, turun ke bawah dan ketika sampai disekitar pusarnya, kucium sambil menjilatinya sehingga terasa sekali kont0lnya kian menegang dibawah CDnya. “Rat….. adduuuuuhh” dan aku secara perlahan lahan terus turun dan ketika sampai disekitar kont0lnya, kucium dan kuhisap daerah sekelilingnya termasuk biji pelernya dari balik CDnya. “Sssssssshhh… Rat… lepasin CDku” katanya lagi.
Segera kulepas CDnya, dia mengangkat pantatnya supaya aku bisa memelorotkan CDnya. kont0lnya sudah ngaceng keras sekali, mengacung ke atas. Kupegang kont0lnya dan kukocok pelan pelan. kont0lnya kumasukkan kemulutku. “Aaaaaaaaaaaaaaahh……”, teriaknya keenakan. Aku segera menaik turunkan mulutku pelan2 dan sesekali kusedot dengan keras. “Rat….. enaaaaaaakkk. Ayoooo….doooong… Rat….. Siniiiii…..aku… juga kepingin” , katanya sambil menarik badanku. Aku mengerti kemauannya dan kuputar badanku tanpa melepas kont0lnya dari mulutku. Posisi nya sekarang 69 dan aku berada diatas badannya. mem3kku yang dipenuhi jembut yang lebat dijilatinya. Aku menggelinjang setiap kali bibir mem3kku dihisapnya. Dengan mulut yang masih tersumpal kont0lnya aku bergumam. Dia membuka belahan mem3kku pelan2 dan dijulurkannya lidahnya untuk menjilati dan menghisap hisap
seluruh bagian dalam mem3kku. Kulepas kont0lnya dari mulutku sambil mengerang “Baaang….oooohhh”, sambil berusaha menggerak gerakkan pantatku naik turun sehingga sepertinya mulut dan hidungnya masuk semuanya kedalam mem3kku. “Baaang….. teruuuuuss… Baang” Apalagi ketika it1lku dihisap, gerakan pantatku yang naik turun itu makin kupercepat sambil mengerang lebih keras
“baaang…. teeruuuuuuss”. it1lku terus dihisap hisapnya dan sesekali lidahnya dijulurkan masuk kedalam mem3kku. Gerakan pantatku semakin menggila dan cepat, semakin cepat dan akhirnya “Baang…Ratih….nyampeee”, sambil menekan pantatku kuat sekali kewajahnya. Aku terengah engah. Perlahan lahan dia menggeser badanku kesamping sehingga aku tergeletak di tempat tidur. Dengan masih terengah2 aku memanggilnya “Baaang……. peluk Ratih….. baaang… ” dan segera saja dia memutar posisi badannya lalu memelukku dan mencium bibirku. Mulutnya masih basah oleh cairan mem3kku. “Baaang….. “, kataku dengan nafas nya sudah mulai agak teratur. “Apaa…Rat…” sahutnya
sambil mencium pipiku. “Baang…..nikmat banget ya dengan abang, baru dijilat saja Ratih sudah nyampe”, kataku manja. “Rat, sekarang…… boleh gak akuuuuuuuu…… “, sahutnya sambil meregangkan kedua kakiku.


Dia mengambil ancang2 diatasku sambil memegang kont0lnya yang dipaskan pada belahan mem3kku.
Perlahan terasa kepala kont0lnya menerobos masuk mem3kku. Dia mengulum bibirku sambil menjulurkan lidahnya kedalam mulutku. Aku menghisap dan mempermainkan lidahnya, sementara dia mulai menekan pantatnya pelan2 sehinggga kont0lnya makin dalam memasuki mem3kku dan….bleeeeeeeeeeeeeesss…… kont0lnya sudah masuk setengahnya kedalam mem3kku. Aku berteriak pelan… “aaaaaaaaaaaaaahh…… baaang…… “sambil mencengkeram kuat dipunggungnya. Kedua kakiku segera kulingkarkan ke punggungnya, sehingga kont0lnya sekarang masuk seluruhnya kedalam mem3kku. Dia belum menggerakkan kont0lnya karena aku sedang mempermainkan otot2 mem3kku sehingga dia merasa kont0lnya seperti dihisap hisap dengan agak kuat. “Rat….. teruuuuus….. Rat…. enaaakkk… sekaliiii… Rat….”, katanya sambil menggerakkan kont0lnya naik turun secara pelan dan teratur. Aku secara perlahan juga mulai memutar mutar pinggulku. Setiap kali kont0lnya ditekan masuk kedalam mem3kku, aku melenguh “sssssssshhhh….. baaang”, karena kurasakan kont0lnya menyentuh bagian mem3kku yang paling dalam. Karena lenguhanku, dia
semakin terangsang dan gerakan kont0lnya keluar masuk mem3kku semakin cepat. Aku semakin keras berteriak2, serta gerakan pinggulku semakin cepat juga. Dia semakin mempercepat gerakan kont0lnya keluar masuk mem3kku. Aku melepaskan jepitan kakiku di pinggangnya dan mengangkatnya lebar2, dan posisi ini mempermudah gerakan kont0lnya keluar masuk mem3kku dan terasa kont0lnya masuk lebih dalam lagi. Tidak lama kemudian kurasakan rasa nikmat yang menggebu2, kupeluk dia semakin kencang dan akhirnya “ayoo…. baaang, Ratih….mauuuuuuu…… keluaaaaaar…. baaang”.
“Tungguuuuuu….Rat…….kitaaaaaa… .samaaaaa… samaaaa”, sahutnya sambil mempercepat lagi gerakan kont0lnya. “Adduuuuuuhh… baaang….. Ratih… nggaaaaak…tahaaaaaaaaan… baang..ayooooooo…..se….karaaaaaang…” , sambil melingkarkan kembali kakiku di punggungnya kuat2.
“Rat…… … akuuuuu…jugaaaaaaaaaaa…”, dan terasa …creeeeeeet….creeeeeet….crrreeettt..pejunya muncrat keluar dari kont0lnya dan tumpah didalam mem3kku. Terasa dia menekan kuat2 kont0lnya ke mem3kku. Dengan nafas yang terengah engah dan badannya penuh dengan keringat, dia terkapar diatasku dengan kont0lnya masih tetap ada didalam mem3kku. Setelah nafasku agak teratur, kukatakan
didekat telinganya, “Bang…… terima kasih ya. Ratih puas banget barusan,” sambil kukecup telinganya.

12 comments:

  1. Replies
    1. Kumpulan Foto Bugil Cerita Seks Dan Vidio Porno Indonesia
      KLIK Penampakan Nya ........ MANTAP.!


      Abg Pamer Susu Montok Sambil Di Jilati Pasangan Nya
      Foto Hot Artis Model Bintang Indonesia

      Artikel DEWASA Bikin Horny Dan Crotttt ...........

      VIMAX PILL CANADA

      Bikin Penis Besar, Panjang, Kuat, Keras, Dengan Hasil Permanent
      isi 30 cpsl Untuk 1Bulan Hanya.450.000;
      Promo 3 Botol Hanya.1.000.000;

      Vigrx Plus Pills Obat Pembesar Penis Usa Herbal
      2x Lebih Baik Di Banding Merk lain Besar & Panjang seketika

      SEMENAX ( OBAT MANDUL)

      VMENPLUS & KLG PILLS
      Obat Pembesar Penis Terbaru Dan Termurah

      ALAT PEMBESAR KELAMIN (VACUM PUMP)
      DAN PRO EXTENDERT (ALAT TERAPHY)

      OBAT KUAT VIAGRA USA EREKSI DAN TAHAN LAMA

      PERANGSANG WANITA SPONTAN
      5Menit Lgs Reaksi Tanpa Warna Dan Rasa 100% aman
      ( Cair / Tablet / Serbuk / Cream) 5Menit Reaksi Patent.
      Sangat Cocok Untuk Wanita Monopouse/ Kurang Gairah.

      ANEKA COSMETIK BERKWALITAS TERBAIK
      ( Pelangsing Badan, Pemutih Muka & Badan, Flek Hitam,
      Jerawat Membandel, Gemuk Badan, Cream Payudara,
      Obat Mata Min/ Plus, Peninggi Badan, Cream Selulit,
      Pemutih Gigi, Pembersih Selangkangan/ Ketiak,
      Pemerah Bibir, Penghilang Bekas Luka, Perapet Veggy,

      ALAT BANTU SEXSUAL PRIA WANITA DEWASA


      Cerita Hot Dan Vidio Porn Indonesia Artis ModelAbg Di Perkosa Di sekolahan Rame-Rame

      Delete