Tuesday, 10 April 2012

EKSEBISIONIS KAH AKU? (7) (Indahnya Bisa Berbagi)




Sekilas kulirik Panji agak melotot dan terpaku melihat paha dan cdku yg terpampang jelas di depannya. Karena agak hilang keseimbangan tanganku berusaha menggapai kedua sisi ember, dan membuat posisiku lebih agak merunduk demi menyangga tubuhku sendiri. Karena Panji agak kaget melihatku limbung, otomatis arah matanya terus mengikuti gerak tubuhku, dan kembali dia agak terperanjat melihat payudaraku yg menggantung didalam dasterku yg longgar dengan belahan dada yg agak rendah.



Panji tampak begitu salah tingkah melihat kondisiku yg vulgar dibeberapa bagian tubuhku yg sensitive, setalah keseimbanganku kembali, aku ambil cucian dalam bak dan mebantu Panji mencucinya, tanpa menghiraukan Panji yg gelagapan dan menundukkan mukanya kearah bak cucian. Aku masih terus mencuci dengan kaki yg masih agak mengangkang, karena memang posisi kursi yg pendek. Dan Panji masih terus mencuri-curi pandang ke dalam pahaku dan cdku.

Jakunnya tampak agak naik turun, dan kulihat sesekali dia menahan nafasnya yg berat, dari tubuhnya yg telanjang dada dan hanya memakai celana pendek kolor, kulihat ada sesuatu yg agak menggembung, dan Panji berusaha menutupinya dengan merapatkan kedua kaki dan lututnya didepan tubuhnya. Aku berlaku biasa saja seperti tidak terjadi apa2, dengan berlagak bodo, aku tanya kedia “kamu lelah ya Panji? Kok nafas kamu berat? Kalo lelah, biar budhe aja yg selesain” dengan agak gelagapan Panji menjawab “gak kok budhe, Panji ga capek kok”.



Karena mencuci pakaian menggunakan tangan, otomatis banyak cipratan air di dasterku, sehingga membuat dasterku basah disana-sini dan semakin mebuat cetakan tubuhku terlihat jelas, terutama pada bagian susuku. Panji semakin kikuk dan salah tingkah, sesekali dia mencuri pandang kearah pahaku, kemudian berganti kecetakan susuku, kubiarkan matanya menikmati tubuhku yg terbuka dan terpampang didepan matanya, mataku kuarahkan kecucianku, seolah2 aku sedah serius mencuci dan memberinya kesempatan untuk memelototi tubuhku tanpa takut oleh pandanganku.



Setelah beberapa lama, akhirnya selesai juga acara mencuci. Kusuruh Panji untuk mengangkat bak berisi cucian keatas, buat dijemur. Saat dia berdiri dan berusaha mengangkat bak cucian, terlihat ada sesuatu yg menggembung pada depan celananya. Dia berusaha menutupinya dengan baknya, dan aku seperti seolah-olah tidak mengetahuinya. Dalam hati aku tersenyum sendiri.



Setelah semua cucian terangkat keatas, aku suruh Panji untuk duduk saja didepan bak dan memerasi cucian yg masih basah, sedangkan aku saja yg menjemurnya, dengan harapan Panji bisa melihat tubuhku dari bawah, karena dasterku yg panjangnya hanya selututku, dan mungkin dia bisa melihat pahaku belakang, dan sewaktu kedua tangaku naik keatas untuk menjemur pakaian, dia bisa melihat ketiak dan payudaraku yg tercetak pada dasterku yg agak basah dan tertarik keatas.



Dari samping kiriku, kulirik Panji terus memerasi baju2 basah, tetapi matanya terus mengawasi tubuhku dari samping bawah, dia berjongkok dengan kedua kaki didepan perutnya, seakan-akan sedang menyembunyikan sesuatu yg sedang mengganjal pada celana pendeknya. Aku masih terus menjemur pakaian2 yg telah diperas Panji di jemuran, sampai semuanya tergantung dijemuran. Selesai semua aku jemur, aku masih melihat Panji duduk berjongkok tak bergerak, matanya teralih saat pandanganku mengarah padanya. “Panji, kenapa kok masih disitu aja, ayuk turun, nih handuk buat kamu mandi” kataku sambil menyodorkan handuk yg tergantung diejmuran dan memberikannya padanya.



“iya budhe, bentar lagi, Panji masih mau duduk2 diatas, Panji bawa handuk sendiri kok” kilahnya.

“udah handuk ini aja dipake, dan gih sana cepet mandi…. Bau, tuh” kataku dengan sedikit memaksa dan menutup hidungku dengan tersenyum.



Dengan keterpaksaan, Panji meraih handuk dengan posisi membungkuk, masih berusaha menutupi sesuatu diselakangnya yg bengkak. Saat tangan Panji berusaha meraih handuk dari tanganku, dengan cepat tanganku meraih tangannya, kutarik dan kupaksa dia berdiri. Dengan tergagap dia langsung berdiri dengan wajah yg agak tertunduk. Kemudian kugandeng dia kebawah menuruni tangga dan kusuruh mandi di dalam kamar mandi kamarku. Saat sampai didepan kamr mandi dapur, dia berhenti dan mau masuk kedalam, aku larang dia dengan alasan kamar mandinya masih kotor habis buat nyuci baju tadi, Panji tampak mengangguk dan menurut.



Terus kugandeng Panji kearah kamarku, dia tampak begitu rikuh dan sungkan mengikutiku dari belakang, tapi aku tahu, kalo matanya sering mencuri pandang kearah ketiakku dan pinggiran susuku bagian kanan, karena memang kondisi daster yg agak longgar, membuat ketiak dan susuku yg kanan agak terlihat. Saat perjalanan sampai didepan kamarnya, dia agak menghentikan langkahnya, berdalih mo ambil banti baju dan handuknya, aku tarik terus dia, dengan alasan nanti aja gantinya, kan kamar mandinya dah dekat, karena memang kamarku dan kamar Panji berhadapan, hanya kamarnya agak kekanan depan kamarku.



Dengan berbagai dalih dan alasan yg masing2 kami buat, akhirnya Panji nurut juga tuk mandi didalam kamar mandi kamarku. Alasan kenapa Panji kupaksa mandi didalam kamarku dengan hanya berbekal handuk dariku adalah agar pas dia selesai mandi dan keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk itu, karena celana pendeknya memang agak basah. Otomatis dia akan keluar dengan hanya memakai handuk itu, dan handuk itu ukurannya memang agak besar dan mungkin kalo dipakai menutup bisa sampai lutut agak keatas dikit. Setelah Panji masuk ke kamar mandi, dari luar aku bilang kedia kalo celana kotornya masukin aja kedalam bak cucian yg ada didalam kamar mandi, biar entar kalo dah banyak dicuci.



Hatiku begitu berdebar-debar dengan situasi ini, aku seperi panas dingin menaunggu Panji mandi dan keluar, dalam kamar aku seperti bingung sendiri, hanya mondar-mandir tak menentu. Akhirnya terbersit pikiran untuk memberinya sebuah fantasi dan godaan pada Panji. “hihihihihi…” aku sampai ketawa sendiri memikirkan rencanaku ini. Segera aku ganti dasterku yg agak basah ini dengan daster lain yg bersih dan kering, tetapi agak pendek dan lebih longgar.



Powered By WizardRSS.com | Full Text Feeds | Amazon PluginsHud-1




6 comments:

  1. Replies
    1. VIMAX PEMBESAR PENIS CANADA



      Bikin Penis Besar, Panjang, Kuat, Keras, Dengan Hasil Permanent



      isi 30 cpsl Untuk 1Bulan Hanya.500.000;



      Promo 3 Botol Hanya.1.000.000;



      ANEKA OBAT KUAT EREKSI DAN T.LAMA 



       PERANGSANG WANITA SPONTAN



      ( Cair / Tablet / Serbuk / Cream) 5Menit Reaksi Patent.

      Sangat Cocok Untuk Wanita Monopouse/ Kurang Gairah.





      ANEKA COSMETIK BERKWALITAS TERBAIK



      ( Pelangsing Badan, Pemutih Muka & Badan, Flek Hitam,

      Jerawat Membandel, Gemuk Badan, Cream Payudara,

      Obat Mata Min/ Plus, Peninggi Badan, Cream Selulit,

      Pemutih Gigi, Pembersih Selangkangan/ Ketiak,

      Pemerah Bibir, Penghilang Bekas Luka, Perapet Veggy,





       ALAT BANTU SEXSUAL PRIA WANITA DEWASA 



       tlp: 0822 2121 8228 - 087 831 434 777 BBM.24CEE3AE MR.SHOLE





































































































































      ...

      Delete