Sunday, 18 March 2012

Email Affair

Seperti yang para pembaca telah ketahui lewat kisah nyata saya bercinta dengan anjing dan pengalaman saya sewaktu naik bis di Italy, sekarang saya akan menceritakan apa yang terjadi setelah saya mengirim kisah-kisah saya itu lewat 17Tahun.com.

Tak lama setelah saya mengirim kisah nyata saya itu, saya banyak menerima kiriman e-mail dari para pembaca yang menyukai kisah saya dan banyak dari mereka yang ingin bercinta dengan saya sehingga terus terang saya sering bermasturbasi sambil membaca e-mail mereka satu persatu dan tentunya saya membuka e-mail saya ketika Erick tidak ada di rumah.

Diantara e-mail yang saya terima, saya mengenal satu cowok Indonesia yang kebetulan membaca kisah saya dan dia juga berada di Roma, Italy. Nama cowok itu adalah Herman Irwanto. Karena dia berada di Roma, maka pada suatu kesempatan ketika Erick berada di luar rumah, saya mengajak Herman untuk datang main-main ke rumah saya. Herman Irwanto adalah seorang pemuda yang cukup tampan, tingginya sekitar 180 cm dan memiliki perawakan yang sedikit mirip dengan bule. Menurut pengakuannya, dia masih keturunan orang Italy makanya perawakannya mirip seperti bule. Sewaktu dia datang ke rumah saya, dia melihat si Polly yang berada di dalam kandang dan dia langsung tersenyum kepada saya karena dia mengetahui apa yang saya lakukan bersama Polly sebelum dia mengenal saya.

Saya sebenarnya mengenal dia hanya karena keisengan saya menjawab e-mail Herman yang berada di mailbox saya. Keisengan dan kata-kata “ngeres” saya kepada Herman membuat dia semakin ingin bertemu dengan saya dan akhirnya karena saya membutuhkan kehangatan sewaktu kekasih saya tidak ada, saya memberikan alamat kepada Herman yang kebetulan berada di Italy. Sehingga 1 hari setelah perkenalan saya dengan Herman lewat Hotmail, saya kemudian mengajaknya datang ke rumah saya disaat Erick tidak ada di rumah.

Kemudian saya mengajaknya masuk ke rumah saya yang lumayan besar. Herman duduk di ruang tengah sementara saya menyiapkan air sirup untuknya. Ketika saya sedang menyiapkan sirup untuknya, tiba-tiba saya merasakan ada pelukan di belakang saya dan saya baru menyadari bahwa Herman sudah ada di belakang saya dan dia menciumi leher saya yang jenjang. Ciumannya yang lembut membuat nafsu erotis saya bangkit kembali dan dengan gerakan refleks saya langsung berbalik ke arahnya dan langsung mencium bibirnya. Saya langsung memainkan lidah saya di dalam mulutnya sementara tangan Herman sedang mengusap-usap paha saya dan dilanjutkan bermain di balik rok saya. Dengan tenangnya, Herman melepaskan celana dalam saya dan menggendong saya ke dalam kamar saya. Saya masih terus mencium bibir Herman.

Sewaktu di ranjang, saya hanya diam saja sewaktu Herman menelanjangi saya. Sewaktu saya sudah tanpa busana, Herman membuka pakaiannya sehingga saya bisa melihat sosok laki-laki macho di depan saya. Saya sempat menelan ludah melihat batang kemaluannya yang berukuran 23 cm yang lebih besar beberapa cm dari batang kemaluan Erick dan tentunya lebih besar dari Penis Polly.

Dengan tangkasnya, Herman langsung mendekati liang kenikmatan saya dan dengan tangkasnya dia langsung menjilati liang kenikmatan saya. Klitoris dan bibir kemaluan saya disapu bersih oleh lidahnya dan hal ini membuat saya menjadi gemetaran karena menahan kenikmatan yang tiada tara ini. Saya kemudian mendorong kepala Herman supaya lebih semangat memainkan lidahnya di kelamin saya dan selain itu, saya sudah hampir mendekati klimaks yang begitu saya impikan selama ini. Jilatan-jilatannya yang ahli akhirnya membuat saya menyerah, kemudian secara tiba-tiba saya jepit kepala Herman sehingga dia susah bernafas. Saya merasakan sesuatu yang maha dasyat yang keluar dari liang kenikmatan saya. Cairan saya banyak sekali dan langsung disapu bersih oleh Herman dengan lidahnya sehingga nafsu seks saya menjadi bangkit kembali karena ulah Herman ini.

Kemudian Herman menghentikan permainan oralnya dan dia mulai mengacungkan batang kemaluannya yang semakin besar sehingga membuat saya menelan ludah berkali-kali karena saya yakin sebentar lagi saya akan menikmati kenikmatan yang tiada tara dari batang kemaluannya yang maha besar itu. Sambil berusaha memasukkan batang kemaluannya ke dalam liang kenikmatan saya, dia menjilati payudara saya yang semakin mengeras karena nafsu saya tersebut. Payudara saya ini habis dilumat oleh mulut dan permainan lidahnya, sementara batang kemaluannya berhasil menyeruak masuk ke dalam liang kenikmatan saya sehingga saya menjadi blingsatan sewaktu batang kemaluannya menguasai liang kenikmatan saya. Herman terus-menerus menekan tubuh saya dengan batang kemaluannya di dalam liang kenikmatan saya sementara tangannya sudah aktif dan mengelus-elus payudara saya yang mulai mengeras.

Kemudian dengan tenaganya yang luar biasa, dia menggendong saya secara mendadak sehingga secara refleks, saya juga menyilangkan kaki saya yang cukup panjang ke belakang punggungnya. Sambil terus mengocok batang kemaluannya di dalam liang kenikmatan saya, dia menggendong dan membawa saya ke ujung dinding kamar saya. Saya bersandar pada dinding sementara tubuh saya masih berada dalam gendongannya. “Ohhh.. nikmattt.. sekali”, para pembaca, Herman benar-benar membuat saya semakin menyukai permainan seks ini.

Sambil terus menggenjot saya, dia berkata kepada saya “Florence sayang, mana yang lebih enak bercinta dengan Herman atau dengan Polly?” dan saya menjawab sambil mendesah, “Arrrgghhh… sama Hermannn.. ehmmm..” dan sehabis saya mengucapkan kata-kata itu, mulut saya habis dilumat oleh mulutnya dengan kasar, kemudian Herman menurunkan saya dan menyuruh saya untuk telungkup di ranjang. Setelah saya membelakanginya, Herman dengan cepatnya memasukkan batang kemaluannya yang sudah berkilat karena bercampur cairan kewanitaan saya ke dalam anus saya. Tentunya saya merasa kesakitan karena terus terang saya belum pernah melakukan anal seks. Tetapi ketika batang kemaluan Herman menusuk-nusuk lubang dubur saya, saya merasakan sesuatu sensasi yang sungguh susah dilukiskan oleh kata-kata.

Herman sepertinya tidak perduli dengan apa yang dia lakukan karena dia terus-menerus menggenjot tubuh saya dengan batang kemaluannya yang besar itu. Herman menggenjot tubuh saya sambil tangannya meremas payudara saya sehingga saya semakin berteriak tidak karuan.

Tidak lama kemudian, Herman mengeluarkan batang kemaluannya kembali dan dia langsung tiduran di ranjang. Saya mengerti apa maksudnya, saya langsung bangkit dan kemudian duduk di atas tubuhnya. Saya mengarahkan rudalnya untuk masuk ke dalam liang kenikmatan saya. “Blesss”, masuklah batang kemaluannya yang besar dan saya mulai menggoyang-goyangkan tubuh saya ke atas dan ke bawah sambil saya meliuk-liuk membentuk suatu sillhoute. Sambil terus menggenjot tubuh Herman, saya memencet payudara saya. Hingga tidak berapa lama, saya merasakan ada sesuatu yang ingin keluar dari dalam liang kenikmatan saya dan saya yakin bahwa saya akan mencapai masa orgasme sehingga saya berteriak kepada Herman dan saya mengaku kepadanya bahwa saya akan keluar.

Herman semakin mempercepat gerakannya sambil tangannya memeluk saya dengan kencang. Desakan batang kemaluan Herman yang panjang di dalam liang kenikmatan saya akhirnya membuat saya mengeluarkan suatu cairan keindahan dan saya bergetar hebat untuk beberapa menit dan sewaktu saya sedang menikmati tiap menit kenikmatan ini, saya kembali sadar bahwa Herman tidak boleh menembakkan spermanya di dalam liang kenikmatan saya karena saya takut hamil. Akan tetapi karena saya begitu nikmatnya sehingga saya lupa untuk memperingatkan Herman dan akhirnya Herman menembakkan cairan kentalnya lewat rudal privatnya ke dalam liang kenikmatan saya sehingga saya kembali merasakan sensasi yang luar biasa ketika spermanya membasahi liang kenikmatan saya. Herman kembali mencium saya sambil berkata, “Lain kali jika mau bercinta, jangan sama Polly, kamu bisa telpon saya”, dan setelah itu saya istirahat dalam pelukannya dan saya mencium keningnya karena saya suka atas permainannya.

Inilah kisah nyata saya sewaktu Erick tidak ada di rumah dan setelah saya mengirim kisah saya bersama Polly. Kiriman e-mail dari para peminat seks akhirnya berhasil membuat saya mencapai masa klimaksnya dan saya semakin ingin menemui para fans-fans saya yang telah mengirimkan E-mailnya kepada saya. Saya mengucapkan terima kasih kepada para fans saya, 17Tahun.com yang telah memuat kisah saya serta kepada Herman Irwanto yang telah memuaskan saya.


TAMAT

florence_kim



4 comments: